SEPAKBOLA INDONESIA

November 6, 2009

Si Hitam Dari Irian

Filed under: Pertandingan — indrajabrix @ 11:15 am

Tempo 24 Maret 1973. Kesebelasan irian jaya yang teknik dan ketrampilannya belum pantas dipuji, kalah 2-1 dari kesebelasan hitachi dari jepang. ada beberapa pemain irian yang berbakat, yang bermain cukup lumayan.

MENGALAHKAN lawan dalam angan-angan memang terlalu gampang. Kenyataanya yang tidak selalu begitu. “Bagaimana, mau menang atau kalah?”, tanya Presiden pada anak-anak Kesebelasan Irian Jaya minggu lalu di Bina Graha. Mereka hanya tersenyum. Seperti biasanya Acub Zaenal dengan cepat menjawab: “Kemungkinan kita menaag 3-1 , pak”. Apa yang terjadi kemudias sulit untuk diramalkan Acub Zaenal. Di bawah gemercik hujan membasuh Senayan dan terlebih dahulu telah ketinggalan: 1-0. Kesebelasas Hitachi menundukkan Irian Jaya: 2-1. (more…)

November 1, 2009

Bekal Dari benfica

Filed under: Pertandingan — indrajabrix @ 4:35 pm
Tempo 24 Februari 1973. Untuk menghadapi babak kualifikasi kejuaraan dunia di Sydney, PSSI mengundang kesebelasan Benfica dari Portugis. Dalam waktu 30 menit PSSI kebobolan 3 gol lawan unggul di segala sektor.
TEPAT lima setengah bulan yang lalu (1 September 1972), Eusebio dan Benficanya memberi pelajaran pertama kepada PSSI – terutama kepada Coach Endang – Witarsa. Dalam waktu hanya 30 rnenit mereka membobolkan gawang Ronny Pasla 3 gol. Untuk membatasi kekalahan Endang menurunkan Budi Santoso – pengganti Surya Lesmana – yang berhasil membatasi ruang gerak si Macan Portugis. Kekalahan di babak pertama 0-4 harus dipulangkan pads tempo permainan PSSI yang serba lambat dan kurang cepatnya Endang mengambil putusan. Di babak kedua PSSI pulih gengsinya sebagai Juara Pesta Sukan 1972 dan berhasil membobolkan gawang Bentu 2-0 tanpa balas. Lambat, tapi tidak selamat. Demikianlah kira-kira pendapat 50.000 penonton Stadion Utama terhadap pertandingan PSSI-Benfica tempo hari. (more…)

Setelah Evaluasi Pertama

Filed under: Nasional — indrajabrix @ 11:40 am
as_logo_pssi6Tempo 10 Februari 1973. Masalah pssi dibawa ke bina graha membahas tentang tim pssi yang akan diberangkatkan ke pra kejuaraan dunia di australia. kiper, ronny pasla, belum bermain prima dan pssi tak punya jago tembak.
UNTUK kesekian kalinya PSSI dibawa ke Bina Graha. Masalahnya mudah di raba: membicarakan team PSSI yang akan diberangkatkan ke pra kejuaraan dunia di Australia awal Maret nanti. Menang lawan St.Pauli 4-2, kalah lawan Espagnola 1–2, 1–3 dan Bulagria 0–4, pimpinan PSSI nampaknya tidak bisa menerima kekalahan atau kemenangan seperti mereka menerima keuntungan atau kerugian dari penyelenggaraan pertandingan-pertandingan internasional. Sebab, soal duit – sejak Bardosono turun tangan – bukan soal lagi. Tapi untuk membicarakan soal teknis dan pembinaan team dengan mengundang beberapa wartawan olahraga plus kolomnis sepak bola untuk bersama-sama membahas dan menilainya di Bina Graha, mengundang juga perhatian dan rasa prihatin. (more…)

Mutunya: Eeeeh !

Filed under: Opini — indrajabrix @ 11:27 am

Tempo 3 Februari 1973. Mutu kesebelasan PSSI mengkhawatirkan. Dari kesebelasan daerah tak ada pemain yang dapat diharapkan. Ini dapat dilihat dalam pertandingan ketiga kesebe lasan: PERSIB, PERSEMA dan PSIS yang mutunya rendah.

KALA ketrampilan memamerkan dasar-dasar sepakbola, agaknya kejuaraan “3 sedang” – Persib — Persema — PSIS – minggu lalu dapat disejajarkan dengan anak-anak Gawang. Tidak seorang pun yang menonjol. Kecuali penunjukkan pada publik bahwa Max Timisela, Sonny Sandra dan beberapa nama tua lainnya belum menggantungkan sepatu bola. Mungkin hanya itu yang mengundang 15.000 penonton menyaksikan pertandingan pembuka awal tahun 1973. Lain tidak. Namun harapan pencandu sepak bola mengenai memungkinan tampilnya pendatang baru yang akan menggantikan Iswadi, Abdul Kadir atau Jacob Sihasale — pemain teras PSSI – masih belum terpenuhi. (more…)

October 25, 2009

Persija: mencari iklim baru

Filed under: sejarah — indrajabrix @ 4:34 am
Tempo 27 Januari 1973. Pengurus persija periode 1972-1974 berhasil disusun, sukahar masih di pucuk pimpinan. ada beberapa pengurus baru yang mungkin dapat merubah suasana baru persija. komposisi pengurus dianggap ideal.
TERTUNDANYA Rapat Anggota Persija sejak Nopember tahun lalu, hanya menunda terpilihnya kembali Drs Sukahar sebagai Ketua Umum Persija yang baru. Tanggal 14 Januari yang lalu sebanyak 27 dari 31 klub anggota Persija telah meluangkan 8 jam dari hari minggunya untuk menyusun Pengurus periode 1972–1974. (lihat box: Susunan Pengurus Persija 1972-1974).

Sudah barang tentu tampilnya Sukahar untuk sekian kalinya di pucuk pimpinan persepakbolaan Ibukota disambut pendukungnya dengan rasa gembira, meski tidak kurang pula yang memberi reaksi urut dada. Tetapi nampaknya ada titik pertemuan di antara mereka: kewibawaan Danjen Akabri yang berpangkat Irjen Pol ini masih dirasakan dominan untuk bisa ditinggalkan begitu saja. Ini terbukti 38 dari 68 suara sidang yang direbutnya dibandingkan dengan 27 sara yang diperoleh Drs Sukendro, tokoh baru dari Ps Mahasiswa. (more…)

Dua Masalah Endang

Filed under: Opini — indrajabrix @ 4:17 am

Endang+WitarsaTempo 27 Januari 1973. Endang Witarsa ingin membahas masalah prestasi PSSI dengan para wartawan. ia menilai daya tahan pemain PSSI sangat minim. Endang juga mengkritik dokter yang menangani PSSI malas.

TULIS, saya akan pukul Australia! tantang Endang pada seorang wartawan yang sedang menyaksikan PSSI A berlatih. Apa yang harus ditulis? Jika ucapan yang klise itu cuma slogan untuk konsumsi menghibur diri dan pimpinan PSSI. Tapi tentunya yang perlu ditulis, bahwa Coach PSSI A ini takkan rnemukul lawan dengan kata-kata. Ia kini sedang sibuk mempersiapkan anak-buahnya menempuh babak kwalifikasi. Kejuaraan Dunia di Australia bulan Maret yang akan datang. “Saya ingin para wartawan ikut membahas masalahnya secara ilmiah”, kata Endang meraih simpati. Dan apa yang dikatakan masalah itu agaknya masih membutuhkan spesialisasi wartawan olahraga untuk mebahasnya. (more…)

October 19, 2009

Alternatif Positif Dari 4 Besar

Filed under: Pertandingan — indrajabrix @ 11:56 am
Tempo 6 Januari 1973. Ketangguhan PSSI yang pemainnya diambil dari empat daerah teruji. Penyerang Anjasmara dan Tumsila bermain kompak. Ketika bermain melawan ST Pauli dari Jerman Barat PSSI tak mengecewakan, menang 4-2.

KALAU main bola cuma menyepak menahan, menggiring, menyundul serta membuat kerjasama yang sedap dipandang, maka Kesebelasan St. Pauli boleh diberi cap “berhasil”. Bahkan ketrampilan mereka dalam mempamerkan dasar-dasar sepakboIa, agaknya boleh disejajarkan dengan disiplin dan kerapian serdadu Jerman yang sedang berbaris. Tak seorangpun yang menonjol, kecuali kiper Larsen. Dia bermain seperti anak “Gawang” yang baru pertama kali ditonton puluhan ribu penonton. Tapi kalau mau bicara soal gol dan semangat bertanding maka Kesebelasan “4-Besar” PSSI paling tidak mempunyai kefanatikan itu. (more…)

October 18, 2009

Goal Untuk Adu Dengkul (Piala Presiden Suharto 1972)

Filed under: Pertandingan — indrajabrix @ 8:52 am

Tempo 23 Desember 1972. Turnamen piala presiden Soeharto di medan diikuti 4 besar, PSMS mengalahkan Persija 1-0 melalui gol nobon. kemenangan Persija atas Persebaya 3-0 membuktikan persiapan team PON VIII dki sudah mantap.

TOLONG sampaikan pada Hutasoit”, pesan seorang wartawan olahraga Medan kepada rekannya dari Jakarta, “belum lagi Medan sempat berfikir, Jakarta sudah kebobolan. Apalagi kalau kami sudah berfikir dua kali”. Anak-anak Medan memang tidak perlu banyak berfikir. Toh dengan otak mereka tak akan mampu mengendalikan pemain-pemain Persija yang kwa teknik dan fisik – diatas kertas — sedikit di atas mereka. Tapi agaknya pernyataan Hutasoit agar “Panggabean harus berfikir dua kali kalau hendak mengalahkan Jakarta”, paling tidak merangsang kelenjar seluruh pimpinan dan pemain PSMS, di samping mengundang pula 50.000 penonton menghadiri pertandingan pertama Turnamen “Piala Presiden Soeharto” (more…)

October 17, 2009

Uang Tidak, Mutupun Tidak (Presiden Cup 1972)

Filed under: Pertandingan — indrajabrix @ 3:35 am
Tempo 21 )ktober 1972. Tim PSSI A yang menjadi juara kedua presiden cup, membuat kecewa. bermain tanpa semangat, PSSI A kalah dari kesebelasan australia 1-4. dalam acara pertandingan segi tiga itu, uang masuk sedikit.

PSSI A seolah minta diuji: “Kami lah runner-up turnamen President Cup!” Memang sebagai juara ke-2 PSSI tidak gagal, meskipun tidak berhasil membuat revans terhadap kekalahannya lawan Burma di pra Olimpik Rangoon setengah tahun yang lalu. Setelah membuat start yang meragukan dengan mengalahkan Singapura 2-1, dalam babak kwalifikasi Indonesia berhasil menahan Burma 1-1. Lalu di luar dugaaan mengalahkan anak-anak Marcos 12-0. Tiba difinal untuk kesekian kalinya Indonesia kembali digasak 1-3 oleh Tin Aung Cs. (more…)

Main Keras Atau Kotor ?

Filed under: Opini — indrajabrix @ 3:05 am
Tempo 28 Oktober 1972. LH Tanoto eks kapten pssi, 42, setuju dengan permainan kasar. tapi menurut dia harus dikuasai teknik & memperhatikan waktunya. ia mengkritik cara iswadi idris yang pasang kuda-kuda tanpa ada bola.
MULYADI bersungut-sungut pulang ke TC setelah PSSI A digenjot 1–4 oleh Kesebelasan Australia. “Coba kalau ada Otje, pasti beres itu orang-orang Australia” oceh poros halang PSSI yang tak sempat turun kelapangan karena masih cidera. Disebutnya nama bekas kapten PSSI, Persidja dan Ps Tunas Jaya ini boleh juga dikatakan kebetulan. Karena L.H. Tanoto (Tan Liong Houw) yang lebih dikenal sebagai “macan Jakarta”. mengikuti dengan seksama jalan pertandingan Indonesia–Australia di tribune timur. (more…)
Next Page »

Blog at WordPress.com.