Kiper Itu Dipanggil Kembali (Ronny Pasla)
Tempo 10 Februari 1979. BELUM berakhir karir sepakbola bagi Ronny Pasla, 31 tahun. Kini ia diizinkan lagi main. Dan ternyata PSSI memerlukannya. Empat bulan lalu ia dijatuhi hukuman selama 5 tahun oleh pimpinan PSSI, karena terlibat dalam kasus suap di Merdeka Games, Kuala Lumpur, pertengahan 1978. Untuk sementara, ia belum mengenakan kembali kostum kiper PSSI. Tapi PSSI memberinya tugas melatih diperbantukan pada pelatih nasional, Endang Witarsa — khusus untuk menangani penjaga gawang dalam pelatnas PSSI. Empat bulan silam, Ronny menyangka karirnya di lapangan hijau telah berakhir. Ia tidak diperkenankan memperkuat klub, perserikatan, maupun kesebelasan nasional, selama menjalani masa hukuman 5 tahun tersebut. “Rasanya waktu itu pahit sekali,” cerita Ronny. (more…)PENGATURAN SKOR PERTANDINGAN
Iie Mengatrol. Piala Itu Masih … (Final Thomas Cup 1979)
Fokus Untuk Anak Kudus (Liem Swie King)
43/III 29 Desember 1973 Tempo. Dalam kejuaraan terbuka Singapura, pemain muda asal Kudus, Liem swie King, 17, memikat perhatian pers setempat. Coach fisik PBSI, Tahir Djide, menilai king punya kelebihan dan kemantapan emosional yang baik.
DI perkampungan atlit di Jalan Manila Senayan pekan lalu, Tahir Djide, Coach Fisik PBSI, baru saja memberi petunjuk-petunjuk kepada pemain-pemain yang baru pulang dari Singapura: untuk bersiap-siap pulang ke rumah masing-masing. Dan dari sekian gelar juara yang akan menyertai mereka, Tahir tak urung merasa perlu memberi seulas komentar buat pendatang bam Lim Soei King. “Anak ini punya kelebihan”, katanya pada Reporter TEMPO, Renville Almalsier, “ia masih muda”. Tapi bukan faktor muda saja, “dasar-dasar kemantapan emosionilpun cukup baik”, tambah Tahir. (more…)
Widyastuti Muncul Lagi
Tempo 3 Nopember 1973. PBSI memanggil kembali Theresia Widyastuti memasuki TC. Setelah disisihkan dari TC dengan dalih soal mental, Tuti berhasil membuktikan kemampuannya dalam PON VIII. Materi pemain putri minim.
AWAL tahun 1972. Hati-hatin itu nyaris mengawali lembaranlembaran kelabu dalam kehidupan Thercsia Widyastuti. Tersisihkan dari Training Centre team Piala Uber Indonesia degan dalih “soal mental”, Tuti tampak dirundung kekecewaan yang tak tahu kepada siapa akan dikeluhkan. Dengan langkah lunglai ia meninggalkan wisma di Jalan Polo Air, sementara matanya menatap sayu para penghuni seolah minta pamit untuk tidak akan kembali lagi. “Ketika itu hampir saja Tuti mengambil keputusan untuk menggantung raket selamanya, oom”, ujar Widyastuti mengungkapkan sisa-sisa kesedihannya kepada TEMPO. (more…)
Menjinakkan Iie Sumirat
Tempo 20 Oktober 1973. Iie Sumirat terpilih untuk terjun dalam world invitation badminton championships 1973 di Singapura. Sifatnya yang angin-anginan dapat dikendalikan pelatih tahir jide.
TINGKAHNYA bak perilaku perawan: angin-anginan dan sukar dipegang. Membenci suasana otoriter, di lain fihak ia tampak membutuhkan dukungan psikologis. Itulah Iie Sumirat, pemain tunggal yang telah berulag kali masuk Training Centre. Tapi jarang berhasil karena selalu dikaitkan dengan kelakuan-kelakuannya yang aneh. Terakhir Iie muncul sebagai juara nomor tunggal PON VIII dan kembali terpilih dalam kelompok pemain-pemain yang dipersiapkan untuk World Invitation Badminton Championships 1973 di Singapura awal bulan depan. Jinak. Terpanggilnya Iie Sumirat-disebut-sebut sebagai calon pemegang mahkota WIBC 1973 dengan tidak ikutnya Rudy Hartono –bukannya tidak merisaukan penggemar-penggemar bulutangkis, karena pemikiran mereka didasari oleh temperamen “aneh” yang selama ini merupakan modal prestasi dan reputasinya. (more…)
Hukuman Buat Amril Nurman
Tempo 1september 1973. Amril Nurman, pemain Thomas Cup Indonesia, dihukum skorsing 3 bulan, tidak dibolehkan mengikuti pertandingan sejak 15 Agustus 1973. Hukuman itu dikeluarkan karena Amril melakukan indisipliner.
AMRIL Nurman, anggota regu Thomas Cup Indonesia yang ikut andil dalam mempertahankan piaLa Thomas bulan Juni lalu rupanya tidak begitu saja bis& kebal hukuman. Karena PBSI Jaya telah menjatuhkan hukuman skorsing selama 3 bulan ditambah masa percobaan selama 3 bulan pula. Berarti Amril dala.n rr asa itu tidak diperkenankan untuk serta dalam segala kegiatan nasional maupun internasional bulu tangkis. Ini berlaku sejak tanggal 15 Agustus 1973. (more…)
Jodoh Di Tangan PB
Tempo 1 September 1973. Pasangan ganda Christian-Ade Chandra diramalkan goyah setelah Pon VIII. Pembina PBSI Ja-Bar menginginkan pasangan Christian-Tjuntjun sebagai pemain nasional karena sistem permainannya lebih mantap.
TERCERAINYA pasangan ganda Christian-Ade Chandra dalam PON VIII, diramalkan orang sebagai awal pisah antara kedua pemain nasional itu. Titik tolak pemikiran didasari atas pengamatan permainan Christian dengan pasangan barunya Tjuntjun. Dan Jassin, pembina PBSI Jabar juga menyatakan maksud dan mengintip dari sudut yang serupa. “Niat itu sudah lama terkandung di hati kami, saudara lihat sendiri bagaimana kemantapan pasangan Christian-Tjuntjun dibanding Christian-Ade” katanya kepada TEMPO. Mantapnya sistim penyerangan dan langgam pertahanan pasangan Christian Tjuntjun memang tidak perlu diragukan. Penempatan bola di daerah lawan yang kosong, permainan net yang membutuhkan gerakan tangan yang akurat dan halus maupun smash yang mematikan sama dimiliki oleh kedua pemain. Posisi muka dan belakang ketika seorang di antara mereka sedang melakukan surve, pengambilan sikap sejajar sewaktu menerima bola musuh dan gerakan-gerakan menyilang yang mereka lakukan dalam pengembalian serangan bagaikan diatur daya refleks, tampak begitu rapi. (more…)
Memilih Biji Kekalahan : Indonesia Juara Thomas Cup 1973
Tempo 9 Juni 1973. Indonesia mempertahankan Piala Thomas, namun di luar dugaan Rudy Hartono dikalahkan Svend Pri. Kekalahan Rudy karena beban psikologis dari keharusan memenangkan 4 partai pertandingan & faktor kel.
TAK meleset dan ramalan semula: akhirnya Indonesia berhasil mempertahankan Piala Thomas – meski tak seorang pun pernah meramalkan bahwa Rudy akan dikalahkan Svend Pri dalam partai tunggal ke — 2 di malam pertama final Indonesia — Denmark. Apa sebab Juara All England 6 kali ini kalah’? Alasan ia mengganti raket “Dunlop” dengan “Yoneyama”, musibah meninggalnya paman Rudy beberapa hari menjelang Turnamen Piala Thomas, beban psikologis dari keharusan memenangkan 4 partai pertandingan, suasana di asrama Jalan Manila pagi hari menjelang hari pertandingan — ribut-ribut soal makanan yang tidak mencukupi — hanya merupakan bahan spekulasi untuk memaafkan kejatuhan pemain nomor satu di dunia ini dalam turnamen yang paling pentin. (more…)
Usaha Mengamankan Piala (Piala Thomas 1973)
Tempo 26 Mei 1973. Persiapan pemain bulu tangkis regu Thomas Indonesia sudah mantap. Namun Pujianto bekas pelatih teknik team piala Thomas mengharapkan para pemain tak bersikap takabur terhadap kekuatan lawan. SIAPA yang bisa merebut Piala Thomas dari Indonesia? Hampir semua orang — baik yang ahli maupun yang awam tidak merasa ragu, lawan mana yang mampu mengalahkan regu Piala Thomas Indonesia. Dengan kata lain, dewasa ini Indonesia secara relatif memiliki material pemain yang jauh lebih mantap dalam menghadapi lawan-lawannya di babak final turnamen Piala Thomas (25 Mei — 3 Juni 1973) Keyakinan ini bukan saja datang dari penggemar-penggemar bulu tangkls di warung-warung kopi, malahan diakui pula oleh bekas pemain-pemain Piala Thomas yang laln. (more…)
leave a comment