Tempo 1 Juli 1978. Argentina berhasil sebagai juara dunia setelah mengalahkan kesebelasan Belanda di Stadion River Plate, Buenos Aires. pencetak gol terbanyak, Mario Kempes, bintang kesebelasan Argentina. (or)December 9, 2009
Argentina, Sang Juara Dunia 1978
Tempo 1 Juli 1978. Argentina berhasil sebagai juara dunia setelah mengalahkan kesebelasan Belanda di Stadion River Plate, Buenos Aires. pencetak gol terbanyak, Mario Kempes, bintang kesebelasan Argentina. (or)September 17, 2009
Tango kaisar dari Napoli, Argentina Juara Dunia 1986
Tempo 5 Juli 1986. STADION Azteca, Meksiko, bagaikan diserbu suporter Argentina. Suara teriakan: “Argentina … Argentina . . . Argentina . . .,” terdengar gemuruh beberapa kali, begitu Dieo Armando Maradona, kapten tim Argentina, menerima piala kemenangan dari Presiden Meksiko Miguel de la Madrid.
Wajah bintang Argentina itu cerah ketika menerima piala emas yang menjadi lambang supremasi sepak bola dunia itu. Lalu, disaksikan lebih dari seratus ribu penonton, anak muda berambut ikal lebat yang tengah dipuja publik sepak bola itu mencium Piala FIFA yang baru diterimanya. Presiden Madrid, yang ketika menyerahkan tropi tadi didampingi tamunya, Kanselir Jerman Barat Helmut Kohl, sang Presiden FIFA Jao Havelange, tersenyum lebar dan kemudian bertepuk tangan melihat tingkah pahlawan Argentina itu. (more…)
Protes Tostao & Disiplin Katchalin
Tim sepak bola Brazil, Cruzeiro bertemu Dynamo dari Soviet. Cruzeiro menampilkan keterampilan individu dan kebebasan improvisasi. tim Soviet, sebaliknya, amat berdisiplin. Cruzeiro menang 3-1.HALO Tostao, berapa gol anda mau tjetak sore ini?”Disapa dimuka umum dilobby Kartika Plaza, Tostao jang pendiam bangkit djuga temperamen Amerika Latinnja. Sambil mengernjitkan keningnja jang lebar spontan ia berusaha memberi djawaban. “Tersendat-sendat dalam bahasa Inggeris, ia melingkarkan ibu-djari dan telundjuknja. “Zero!” katanja. (more…)January 28, 2009
Sayang, tak ada “juara kembar”
01/VI 06 Maret 1976 MAJALAH TEMPO. Pssi pra-olimpiade akhirnya kalah setelah undian adu penalti 4-5 dari korea selatan. semangat juang yang tinggi rupanya kalah oleh faktor keberuntungan. dengan demikian pssi batal ke montreal. (or)
RASA hormat dan haru mengiringi langkah Team Pre Olimpik Indonesia meninggalkan lapangan. Harap dicatat: Kamis malam tanggal 26 Pebruari 1976, Stadion Utama Senayan Indonesia dikalahkan Republik Rakyat Korea dalam undian tendangan penalti 4-5, setelah perpanjangan waktu kedudukan masih bertahan 0-0. Malam final yang memakan waktu 2 jam itu Iswadi dkk berhasil menggoreskan tinta emas dalam lembaran sejarah sepakbola nasional. Mereka bukan saja berhasil memperhankan mutu permainan seperti yang pernah diperlihatkan pada babak pertama ketika berhadapan dengan Malaysia. Lebih dari itu mereka berhasil meningkatkan daya juang yang mereka pernah kobarkan ketika berhadapan dengan Korea dalam pertandingan sebelumnya. Sehingga lupalah suporter PSSI akan kesilapan yang pernah mereka buat dalam pertandingan melawan Singapura, Papua Nugini dan seterusnya. (more…)