Dengan didahului “sekarang boleh di umumkan”. Hadji Sjarnubi Said mengatakan bahwa Coach dari Brazil itu akan menerima gadji $1.500 sebulan, plus uang saku $200 ditambah lagi djaminan perumahan dan kendaraan mobil jang masing masing akan ditanggung Pemerintah DCI (Ali Sadikin) dan PSSI (Sjarnubi) Lama kontrak direntjanakan 2 tahun. “Setelah itu baru saja nilai hasil nja”, kata Ketua II PSSI Bidang Teknik ini Sudah barang tentu selama dua tahun itu Orlando akan diberi mandat penuh untuk memilih, melatih dan menjusun team menurut kemauannja. (more…)
October 10, 2009
Selamat Datang Orlando
September 16, 2009
Kesebelasan “Pro” Jaya Karta …
Tempo 21 Oktober 1971. Frans Hutasoit, kepala direktorat II DKI yakin bahwa pembinaan basis klub dapat meningkatkan mutu. Timbul pro & kontra di kalangan PERSIJA & penggemar sepak bola. PERSIJA takut pemainnya dipreteli.
UTJAPAN atau ramalan Helenio Herrera-jang mendjadi kenjataan di Italia (lihat box: Musim Semi Sepak Bola), setahun jang lalu diulang kembali oleh Frans Hutasoit. Kepala Direktorat II DCI ini bukan tidak tahu: lain Indonesia lain Italia. Dan betapapun reaksi orang terhadap utjapan klise itu, Hutasoit jakin benar bahwa djalan untuk meningkatkan mutu persepakbolaan di Ibukota dan Indonesia umumnja tidak bisa lain ketjuali melalui pembinaan dari basis klub. (more…)
September 13, 2009
Tumbal Witarsa
January 28, 2009
Istri Kedua Kaum Bola Bicara
Majalah Tempo 10/I 08 Mei 1971 Istri pertama pemain PSSI adalah bola. istri kedua mereka: istri sungguhan, yang sabar menunggu rumah. ditinggal berbulan-bulan, tapi mereka yakin suaminya dapat membagi cinta. profil istri para pemain PSSI.
SEMENTARA isteri-isteri kedua mereka dengan kesabaran malaikat menunggu dirumah pemain-pemain sepakbola itu ada jang asjik masjuk dan menggerutu ditempat “bini tua” mereka. Seperti Iswadi misalnja, jang asjik bagai tengah mentjubiti paha berkata: “Heh djudes betul itu makanan”, sambil menuding kue pisang, lemper dan buras – hidangan pagi di Pusat Latihan (TC) Senajan. Tapi Juswardi meskipun oleh ‘njonja tuanja’ dihidangi kopi, susu plus telur ajam tetap kurang puas sambil berkata: “Soalnja bukan kalori. Perut ini kalau tidak diisi nasi rasanja…. bagaimana ja?” Maka iapun keluar djuga meninggalkan TC kepintu 9 tjari restoran. (more…)