<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>BOLA INDONESIA</title>
	<atom:link href="http://bolaindo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bolaindo.wordpress.com</link>
	<description>Digital Sports Klipping</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Dec 2011 09:38:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bolaindo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>BOLA INDONESIA</title>
		<link>http://bolaindo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bolaindo.wordpress.com/osd.xml" title="BOLA INDONESIA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bolaindo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Fokus Untuk Anak Kudus (Liem Swie King)</title>
		<link>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/fokus-untuk-anak-kudus-liem-swie-king/</link>
		<comments>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/fokus-untuk-anak-kudus-liem-swie-king/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 09:38:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Badminton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bolaindo.wordpress.com/?p=625</guid>
		<description><![CDATA[43/III 29 Desember 1973 Tempo. Dalam kejuaraan terbuka Singapura, pemain muda asal Kudus, Liem swie King, 17, memikat perhatian pers setempat. Coach fisik PBSI, Tahir Djide, menilai king punya kelebihan dan kemantapan emosional yang baik. DI perkampungan atlit di Jalan Manila Senayan pekan lalu, Tahir Djide, Coach Fisik PBSI, baru saja memberi petunjuk-petunjuk kepada pemain-pemain&#160;&#8230; <a href="http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/fokus-untuk-anak-kudus-liem-swie-king/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=625&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>43/III 29 Desember 1973 Tempo. <strong>Dalam kejuaraan terbuka Singapura, pemain muda asal Kudus, Liem swie King, 17, memikat perhatian pers setempat. Coach fisik PBSI, Tahir Djide, menilai king punya kelebihan dan kemantapan emosional yang baik.</strong><strong></strong></p>
<p>DI perkampungan atlit di Jalan Manila Senayan pekan lalu, Tahir Djide, Coach Fisik PBSI, baru saja memberi petunjuk-petunjuk kepada pemain-pemain yang baru pulang dari Singapura: untuk bersiap-siap pulang ke rumah masing-masing. Dan dari sekian gelar juara yang akan menyertai mereka, Tahir tak urung merasa perlu memberi seulas komentar buat pendatang bam Lim Soei King. “Anak ini punya kelebihan”, katanya pada Reporter TEMPO, Renville Almalsier, “ia masih muda”. Tapi bukan faktor muda saja, “dasar-dasar kemantapan emosionilpun cukup baik”, tambah Tahir.<span id="more-625"></span></p>
<p>Jika Kejuaraan Terbuka Singapura pada pertengahan Desember ini boleh dijadikan gelanggang coba-coba bagi penlain muda, usaha Persatuan Bulutangkis Singapura tidak sia-sia. Paling tidak ia telah memikat perhatian pers setempat untuk beberapa gelar utama yang dibawa pulang team Indonesia. Dan tentu saja termasuk di dalamnya debar pemain muda Lim. Ia yang menduduki tempat keempat bersama Svend Pri, dinilai memiliki hari depan untuk mewarisi apa yang dimiliki Rudy Hartono sekarang. Demikian muluk sanjungan The Straits Times.</p>
<p>Kudus. Dengan ukuran tinggi 1,70 meter dan berat 58 kg, pemuda kelahiran Kudus yang kini berusia 17 tahun, lebih dikenal sebagai adik Inawai dan Linawati – dia pemain Uber Cup Indonesia. “Waktu kakak saya main, saya masih kecil, jadi tak pernah melihat permainan mereka”, katanya dengan logat Jawa yang cukup medok. Karier bulutangkisnya dimulai pada Kejuaraan Junior Indonesia 1971 untuk nomor ganda. “Untuk partai Single waktu itu masih terlalu kecil”. Namun demikian dalam Kejuaraan Junior Jawa Tengah di Magelang ia sekaligus meraih gelar tunggal dan ganda. Juga dalam kegiatan POPSI Lim tampil sebagai juara. Setahun berikutnya, untuk pertama kalinya ia muncul di Senayan dalam Kejuaraan Invitasi Dunia 1972, tapi tersisihkan oleh Sangob. Dalam PON VIII ia mendapat medali perak di bawah Iie Sumirat. Ketika berjumpa kedua kalinya dengan Sangob, Soei King membuat revans 15–0, 15-8. Menilai kekalahannya setahun yang lalu, Lim hanya mengatakan bahwa “pada waktu itu kurang konsentrasi”.</p>
<p>Bagian atas. Pemalu dan pendiam, pemuda yang kini duduk di SMA Negeri Kudus kelas II jurusan Paspal, tidak menonjol dalam mata pelajaran jasmaninya. “Kekuatannya terletak pada kedua kakinya”, komentar Darmawansaputra, bekas pemain ganda Thomas Cup Indonesia, “yang diperlukan sekarang ialah bagaimana memberi bobot pada tenaga bagian atas. Toh bermain bulutangkis tidak hanya dengan tenaga kaki”. Mungkin penilaian Darmawan ada benarnya. Soei King dapat menempuh 100 meter dalam waktu 12,6 detik. Mengenai kelemahan ini Tahir Djide bukan tak melihatnya. “Soei King masih harus mengalami beberapa fase sebelum ia digenjot secara fisik. Biarkanlah dia berkembang bebas sampai pada waktunya, baru latihan fisik diberikan secara intensif. Saya takut kalau mulai sekarang dipaksakan, justru akan merusak permainannya”.</p>
<p>Kini Soei King berlatih 4 kali seminggu atas dasar kesadaran sendiri. Semula selalu ditunggui ayahnya. Tapi sejak ia berlatih bersama team rokok “Jarum”, Agus Susanto, bekas pemain Thomas Cup Indonesia, dengan teratur membimbingnya.</p>
<p>Apakah Lim akan pindah pula ke Jakarta, menggabung diri dengan pemain-pemain senior lainnya? Jawabnya tentu saja tergantung pada ayahnya. Sebab katanya: “Ayah tidak cuma mengizinkan saya main bulutangkis, tapi juga mendorong pelajaran sekolah mesti betul”. Tinggal bagaimana penilaian pimpinan PBSI, apakah sebaiknya ia tetap tinggal di daerah atau mensponsori pemain Kudus ini (tanpa melupakan syarat-syarat ayahnya) supaya lebih dekat dengan para pemain top PBSI lainnya. Potensi anak ini perlu digarap mulai sekarang juga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bolaindo.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bolaindo.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bolaindo.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bolaindo.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bolaindo.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bolaindo.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bolaindo.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bolaindo.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bolaindo.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bolaindo.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bolaindo.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bolaindo.wordpress.com/625/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bolaindo.wordpress.com/625/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bolaindo.wordpress.com/625/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=625&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/fokus-untuk-anak-kudus-liem-swie-king/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Widyastuti Muncul Lagi</title>
		<link>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/widyastuti-muncul-lagi/</link>
		<comments>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/widyastuti-muncul-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 09:37:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Badminton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bolaindo.wordpress.com/?p=623</guid>
		<description><![CDATA[Tempo 3 Nopember 1973. PBSI memanggil kembali Theresia Widyastuti memasuki TC. Setelah disisihkan dari TC dengan dalih soal mental, Tuti berhasil membuktikan kemampuannya dalam PON VIII. Materi pemain putri minim. AWAL tahun 1972. Hati-hatin itu nyaris mengawali lembaranlembaran kelabu dalam kehidupan Thercsia Widyastuti. Tersisihkan dari Training Centre team Piala Uber Indonesia degan dalih “soal mental”,&#160;&#8230; <a href="http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/widyastuti-muncul-lagi/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=623&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Tempo 3 Nopember 1973. <strong>PBSI memanggil kembali Theresia Widyastuti memasuki TC. Setelah disisihkan dari TC dengan dalih soal mental, Tuti berhasil membuktikan kemampuannya dalam PON VIII. Materi pemain putri minim.</strong></p>
<p>AWAL tahun 1972. Hati-hatin itu nyaris mengawali lembaranlembaran kelabu dalam kehidupan Thercsia Widyastuti. Tersisihkan dari Training Centre team Piala Uber Indonesia degan dalih “soal mental”, Tuti tampak dirundung kekecewaan yang tak tahu kepada siapa akan dikeluhkan. Dengan langkah lunglai ia meninggalkan wisma di Jalan Polo Air, sementara matanya menatap sayu para penghuni seolah minta pamit untuk tidak akan kembali lagi. “Ketika itu hampir saja Tuti mengambil keputusan untuk menggantung raket selamanya, oom”, ujar Widyastuti mengungkapkan sisa-sisa kesedihannya kepada TEMPO.<span id="more-623"></span></p>
<p>Sejak kepulangannya ke Yogya, Tuti memang tidak kembali lagi ke sana. Ia menyibukkan diri mengejar pelajaran-pelajaran sekolahnya yang tertinggal selama ia di Jakarta. Sampai suatu hari ia mundur setapak dari keputusannya yang lama dan mulai mengayun raket kembali. Meski terbatas dengan latihan 2 x seminggu, kebolehan Tuti ternyata belum pupus sama sekali. Pertengahan Oktober tahun lampau, ia membuktikan diri dalam turnamen Piala Munadi di Semarang ketika puncak musibah sedang menimpanya. Ibunya meninggal dunia di Yogya menjelang akhir kejuaraan, cuma menyempatkan Tuti menjenguk jenazah yang akan berangkat ke kubur. Tapi dukacita itu tidaklah mengurangi tekadnya malahan merangsangnya untuk meraih kemenangan. Dan Tuti berhasil. Sekaligus ia membuktikan bahwa sikap mentalnya yang selama ini diragukan oleh pembina PBSI adalah sangkaan yang kurang berdasar sama sekali.</p>
<p>Boleh diandalkan. Muncul dalam barisan kontingen Yogyakarta. nasib Widyastuti memang tak begitu mujur di PON VIII. Namun gaya permainan yang diperlihatkannya cukup membuka mata PBSI untuk memanggilnya kembali. Memasuki TC World Invitation Badminton Championships 1973 — invitasi ini kemudian dibatalkan oleh International Badminton Federation – Tuti bukanlah pilihan yang meleset. Ia telah merepotkan pemain Piala Uber Tati Sumirah dan Utami Dewi dengan penempatan bola-bola terarah dan smash yang mematikan. Kendati Tuti harus mengakui keunggulan pengalaman Tati Sumirah dalam rubber-set 1 – 11, 11 – 10 dan 11 – 12, tapi ia tak membiarkan Utami Dewi mengembangkan pola permainannya. Widyastuti mengunci Utami Dewi dengan straight-set 11 – 6, 11 – 5. Di samping itu ia masih mencatat 2 kemenangan lain atas Sri Wiyanti (11-7, 11-4) dan Siswandiyati (11-3, 11-6). “Sedikit waktu lagi saya yakin Tuti merupakan pemain yang boleh diandalkan”, komentar pelatih fisik Drs (STO) Abdulsalam, “baik untuk single maupun double “</p>
<p>Titik tolak pemikiran Abdulsalam berpangkal dari disiplin dan kemampuan fisik Widyastuti yang ditopang usia muda (18 tahun). Selain itu “ia juga bisa membaca taktik lawan di samping kontrolnya yang baik”, sela Aziz memperkuat argumentasi rekannya Abdulsalam. Menahan juara PON VIII Poppy Tumengkon Regina Masli (15-11, 15-11) dan pasanan Retno Kustiyah/Imelda (15-2, 11-14), kedua pasangan yang semula mencoba mendikte lawan dengan pola permainan cepat diselingi tipuan-tipuan memperdaya kali ini tak ampuh di tangan Widyastuti/Sri Wiyanti. Bahkan saat Retno Kustiyah/Imelda berhasil meninggalkan mereka 9-0 pada set kedua, kendali permainan masih dipegang oleh pasangan Tuti/Sri. Dengan tempo yang tinggi mereka terus mencecer Retno Kustiyah yang mulai beranjak tua dan tanpa memberi kesem patan pada Imelda untuk membalasnya. Set kedua yang diramalkan diraih Retno Kustiyah/Imelda – saat mana mereka memimpin sampai angka 14-9 ternyata masih diakhiri lawan.</p>
<p>Jangan dikecewakan. Pasangan Poppy Tumengkol/legina Masli yang mempunyai kelebihan pada drop-shot yang tajam dan smash yang menghunjam lantai pun tak dapat mengembangkan permainannya. Terlebih bila Tuti berada di bagian depan lapangan perminan, sambaran raketnya yang cepat tidak memberi kesempatan pada lawan kembali pada posisi semula, sehingga variasi pukulan menyilang dari Poppy hampir tak jalan sama sekali. Kalaupun kembali, bola yang menaik tinggi itu sudah ditunggu oleh Sri Wiyanti untuk di-smash. “Mereka bermain baik sekali”, ujar Regina Masli memuji pasangan rekannya Widyastuti/Sri Wiyanti.</p>
<p>Menjabar pola permainan ganda – untuk partai tunggal sementara ini tidak akan berkisar dari nama-nama: Tati Sumirah, Theresia Widyastuti, Utami Dewi dan Sri Wiyanti – mencari pasangan pengganti Minarni/Retno Kustiyah dalam team puteri Indonesia memang agak sulit. Dalam penilaian masingmasing pemain secara terpisah, peninjau-peninjau olahraga berkecenderungan untuk mencoba Widyastuti dengan Imelda. Kendati dilihat sepintas lalu langgam permainan Imelda memang tampak lebih mantap dibanding Sri Wiyanti, tapi bagaimanapun faktor psikologis yang sudah terjalin antara Widyastuti dan Sri Wiyanti akan berkaitan dengan prestasi mereka selanjutnya. Barangkali untuk menolong dan memanfaatkan potensi Imelda, rasanya akan lebih baik seandainya ia dipertemukan dengan Intan bukan dengan Retno Kustiyah seperti sekarang ini.</p>
<p>Masalah inventarisasi pemain-pemain puteri saat ini memang terasa mendesak buat PBSI. Tanpa memasukkan WIBC 1973 ke dalam agenda pertandingan, turnamen All England, Asian Games dan kontes Piala Uber sudah menghadang Indonesia dalam tempo yang dekat. Dalam kelangkaan materi pemain yang bisa diandalkan pada waktu yang pendek, pemanggilan Theresia Widyastuti patut disambut dengan kelegaan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bolaindo.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bolaindo.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bolaindo.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bolaindo.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bolaindo.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bolaindo.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bolaindo.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bolaindo.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bolaindo.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bolaindo.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bolaindo.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bolaindo.wordpress.com/623/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bolaindo.wordpress.com/623/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bolaindo.wordpress.com/623/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=623&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/widyastuti-muncul-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjinakkan Iie Sumirat</title>
		<link>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/menjinakkan-iie-sumirat/</link>
		<comments>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/menjinakkan-iie-sumirat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 09:33:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Badminton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bolaindo.wordpress.com/?p=621</guid>
		<description><![CDATA[Tempo 20 Oktober 1973. Iie Sumirat terpilih untuk terjun dalam world invitation badminton championships 1973 di Singapura. Sifatnya yang angin-anginan dapat dikendalikan pelatih tahir jide. TINGKAHNYA bak perilaku perawan: angin-anginan dan sukar dipegang. Membenci suasana otoriter, di lain fihak ia tampak membutuhkan dukungan psikologis. Itulah Iie Sumirat, pemain tunggal yang telah berulag kali masuk Training&#160;&#8230; <a href="http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/menjinakkan-iie-sumirat/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=621&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tempo 20 Oktober 1973. <strong>Iie Sumirat terpilih untuk terjun dalam world invitation badminton championships 1973 di Singapura. Sifatnya yang angin-anginan dapat dikendalikan pelatih tahir jide.</strong></p>
<p>TINGKAHNYA bak perilaku perawan: angin-anginan dan sukar dipegang. Membenci suasana otoriter, di lain fihak ia tampak membutuhkan dukungan psikologis. Itulah Iie Sumirat, pemain tunggal yang telah berulag kali masuk Training Centre. Tapi jarang berhasil karena selalu dikaitkan dengan kelakuan-kelakuannya yang aneh. Terakhir Iie muncul sebagai juara nomor tunggal PON VIII dan kembali terpilih dalam kelompok pemain-pemain yang dipersiapkan untuk World Invitation Badminton Championships 1973 di Singapura awal bulan depan. Jinak. Terpanggilnya Iie Sumirat-disebut-sebut sebagai calon pemegang mahkota WIBC 1973 dengan tidak ikutnya Rudy Hartono –bukannya tidak merisaukan penggemar-penggemar bulutangkis, karena pemikiran mereka didasari oleh temperamen “aneh” yang selama ini merupakan modal prestasi dan reputasinya. <span id="more-621"></span>Kendati pernah muncul di tempat utama dalam Turnamen Bulutangkis Terbuka Singapura 1972 dengan menundukkan finalis Malaysia Tan Aik Mong, tidakkah “penyakit” Iie Sumirat akan kambuh lagi menjelang saat-saat dan selama pertandingan WIBC 1973? Tidak seorang pun yang bisa meramalkannya, kecuali yang punya diri. Cuma gambaran yang dapat dipakai bahwa hari-hari belakangan ini ia memang telah menjadi sedikit jinak di tangan Tahir Djide dan drs Sukartono. Barangkali karena kedua bapak asuhannya ini berhasil menyelami faktor-faktor kejiwaan dalam diri Iie yang selama ini tidak mendapat saluran yang wajar. Jadi tidak heran kalau Iie Sumirat mulai tampak serius dan tidak lagi menganggap enteng lawan dalam latihan maupun seleksi — yang dulunya selalu memojokkan dirinya di mata pelatih dan pengurus PBSI. Angin-anginan. “Sebetulnya Iie adalah pemain yang punya potensi untuk jadi juara, karena ia mempunyai modal variasi permainan yang banyak”, komentar Muljadi atas rekannya, tapi “sayang ia suka angin-anginan”. Bulanbulan ini dalam TC PBSI di Bandung, rupanya yang lagi berhembus adalah udara segar, sehingga lie, pemain yang terkenal alergi terhadap “angin buruk” tidak kegerahan di sana. Ia tidak lagi banyak cincong mengenai hal ini dan itu yang sifatnya sepele, yang selama ini tidak jarang dijadikan dalih terhadap prestasinya yang labil. Belakangan ini rupanya ia mulai tahu diri: “ltu kan dulu”, kata Iie kepada TEMPO. Tanpa Rudy Hartono dan mungkin juga Svend Pri, memang sudah bisa diramalkan turnamen WIBC 1973, tidak akan semarak seperti tahun silam. Apalagi sejak ia dikalahkan Svend Pri dalam kontes Piala Thomas yang lalu, keinginan orang untuk melihat kedua jago ini bertemu di gelanggang tidak jadi kesampaian. Tapi bukan berarti Piala Dunia yang dulu direnggut Rudy Hartono, akan berpindah tempat keluar Indonesia begitu saja. Karena Iie Sumirat sudah memasang tekad untuk mempertahankannya. Pokoknya saya akan mempergunakan segenap kemampuan untuk mempertahankannya”, niat Iie yang bersayap dengan ucapan diplomatis, tapi “menang atau tidaknya tergantung nanti”. Apalagi Singapura pernah memberikan dia gelar juara tahun lalu dalam Invitasi Kejuaraan Singapura. Dengan tidak mengecilkan tekad Iie Sumirat, harapan itu sedikit banyaknya akan tergantung r)ula dari sikap pelatih dan pengurus PBSI terhadap tingkah anak asuhannya yang satu ini. Jika mereka mau sadar bahwa untuk pembinaan seorang juara, ada kalanya dituntut korhan, meski cuma korban perasaan. Dan Turnamen WIBC 1973 adalah batu ujiannya. Tapi sungguh kurang mujur bagi PBSI maupun Iie, berita terakhir menyatakan tuan rumah WIBC 1973 kurang memenuhi persyaratan yang diperlukan. Sehingga dalam rapat pimpinan IBF di Nederland pekan lalu, Singapore Badminton Association (SBA) dicoret sebagai penyelenggara. Ini berarti Kejuaraan ounia yang pertama dirintis PBSI setahun yang lalu di Jakarta – dengan mnampilkan Rudy Hartono sebagai Juara – menjadi terkatung-katung. Ke mungkinan besar kompromi akan dicapai antara fihak IBF dan SBA, mengingat persiapan Singapura dan beberapa negara tennasuk Indonesia, meski kesalahan fatal — tidak resmi mengundang pemain-pemain utama dunia — menyebabkan pembatalan IBF tersebut</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bolaindo.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bolaindo.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bolaindo.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bolaindo.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bolaindo.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bolaindo.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bolaindo.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bolaindo.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bolaindo.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bolaindo.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bolaindo.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bolaindo.wordpress.com/621/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bolaindo.wordpress.com/621/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bolaindo.wordpress.com/621/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=621&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/menjinakkan-iie-sumirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukuman Buat Amril Nurman</title>
		<link>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/hukuman-buat-amril-nurman/</link>
		<comments>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/hukuman-buat-amril-nurman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 09:32:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Badminton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bolaindo.wordpress.com/?p=619</guid>
		<description><![CDATA[Tempo 1september 1973. Amril Nurman, pemain Thomas Cup Indonesia, dihukum skorsing 3 bulan, tidak dibolehkan mengikuti pertandingan sejak 15 Agustus 1973. Hukuman itu dikeluarkan karena Amril melakukan indisipliner. AMRIL Nurman, anggota regu Thomas Cup Indonesia yang ikut andil dalam mempertahankan piaLa Thomas bulan Juni lalu rupanya tidak begitu saja bis&#38; kebal hukuman. Karena PBSI Jaya&#160;&#8230; <a href="http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/hukuman-buat-amril-nurman/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=619&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tempo 1september 1973. <strong>Amril Nurman, pemain Thomas Cup Indonesia, dihukum skorsing 3 bulan, tidak dibolehkan mengikuti pertandingan sejak 15 Agustus 1973. Hukuman itu dikeluarkan karena Amril melakukan indisipliner.</strong></p>
<p>AMRIL Nurman, anggota regu Thomas Cup Indonesia yang ikut andil dalam mempertahankan piaLa Thomas bulan Juni lalu rupanya tidak begitu saja bis&amp; kebal hukuman. Karena PBSI Jaya telah menjatuhkan hukuman skorsing selama 3 bulan ditambah masa percobaan selama 3 bulan pula. Berarti Amril dala.n rr asa itu tidak diperkenankan untuk serta dalam segala kegiatan nasional maupun internasional bulu tangkis. Ini berlaku sejak tanggal 15 Agustus 1973.<span id="more-619"></span></p>
<p>“Sebetulnya hal ini sudah lama, tapi kami baru tindak setelah selesai PON”, komentar Umar Sanusi Sekretaris I PBSI Jaya yang bertindak sebagai team manager regu Jaya dalam PON Vlll. Hukuman yang dikeluarkan selesai PON ini pun belum atau tidak dikeluarkan terang-terangan, karena menlrut Umar “Hukuman ini adalah hukuman disiplin, sekedar ia mawas diri dan agar jangan lupa diri”. Tindakan yang dilakukan pemain tunggal ketiga regu Thomas up itu dinilai indisipliner dan lebih banyak berkisar pada pribadi Amril. Namun Umar Sanusi masih bisa mengerti “Maklum dia anak muda, pandangannya belum luas. Kadang-kadang sebagai pemain top dia lupa kedudukan sebenarnya sebagai pemain Jakarta”.</p>
<p>Minta maaf. Tingkah laku Amril ini memang sudah disinyalir oleh PB PBSI selama training centre Thomas Cup “Waktu itu PB perllah konsultasi dengan PBSI Jaya. Tapi kita kasih jaminan akan melihat dulu dan akan mengawasi terus”, ujar Umar. Ini menurutnya diperhitungkan mengingat pertandingan Thomas Cup itu sendiri sudah dekat sementara Amril sendiri masih diharapkan prestasinya akan berkembang. Sejak itu pengawasan PBSI Jaya dilakukan dengan lebih ketat. Tetapi Amril rupanya masih mempunyai kelakuan yang susah untuk dirobah terutama menyangkut soal-soal organisasi. “Dia tidak indahkan ketentuan-ketentuan dalam pembinaan termasuk dalam tc dan persiapan-persiapan PON. Sesudah itu agaknya Umar tak berniat membeberkan keburukan-keburukan Amril mengingat yang bersangkutan sudah menyadari dan minta maaf.</p>
<p>Dalam PON yang lalu Amril bermain tanpa semangat. Ia dikalahkan oleh Sugeng dari Jateng, satu-satunya angka kekalahan Jaya dari Jateng (4–1). Sesudah kekalahannya pada set ke-2 dari Swie Ting team manager Jaya melihat seolah-olah set ini dilepas begitu saja. Mengapa Amril merosot padahal dalam stamina di antara pemain-pemain Thomas Cup paling baik? Di hadapan ketua PBSI Jaya, pemain ini bahkan mengatakan: “Males!”. Dan beberapa tindakannya seperti memprotes wasit garis juga menjadi pertimbangan dikeluarkannya putusan.</p>
<p>Melihat hal ini pula, maka Amril tidak diturunkan dalam pertandingan kejuaraan perorangan. Sebagai pimpinan Umar Sanusi dkk rupanya telah ban:yak dibuat makan hati oleh sikap anak yang satu ini. “Sejak dulu memang ia dikenal punya ide-ide humor, Thomas Cup ucapan-ucapannya memang memperlihatkan keangkuhan”, tambah Umar Sanusi pula. Secara pribadi, team manager Umar Sanusi selama PON berlangsung telah memperingatkan Amril agar menahan kelakuan-kelakuan yang tidak wajar dan agar bisa menilai diri sendiri. Tetapi tiada jalan lain rupanya. Dan jatuhlah skorsing ini. “Dan ini pula. Karena itu ia yakin tindakan ini akan disetujui PB. “Tugas kami bukan saja pematangan jura dalam permainan saja tapi juga fisik dan mental”, ujarnya. Hal kesulitan seperti nampaknya tidak hanya dialami Jaya karena, “Amril idem dito dengan Iie”, kata pimpinan komda Jabar pada Umar.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bolaindo.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bolaindo.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bolaindo.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bolaindo.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bolaindo.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bolaindo.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bolaindo.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bolaindo.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bolaindo.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bolaindo.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bolaindo.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bolaindo.wordpress.com/619/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bolaindo.wordpress.com/619/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bolaindo.wordpress.com/619/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=619&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/hukuman-buat-amril-nurman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jodoh Di Tangan PB</title>
		<link>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/jodoh-di-tangan-pb/</link>
		<comments>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/jodoh-di-tangan-pb/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 09:31:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Badminton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bolaindo.wordpress.com/?p=617</guid>
		<description><![CDATA[Tempo 1 September 1973. Pasangan ganda Christian-Ade Chandra diramalkan goyah setelah Pon VIII. Pembina PBSI Ja-Bar menginginkan pasangan Christian-Tjuntjun sebagai pemain nasional karena sistem permainannya lebih mantap. TERCERAINYA pasangan ganda Christian-Ade Chandra dalam PON VIII, diramalkan orang sebagai awal pisah antara kedua pemain nasional itu. Titik tolak pemikiran didasari atas pengamatan permainan Christian dengan pasangan&#160;&#8230; <a href="http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/jodoh-di-tangan-pb/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=617&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Tempo 1 September 1973. <strong>Pasangan ganda Christian-Ade Chandra diramalkan goyah setelah Pon VIII. Pembina PBSI Ja-Bar menginginkan pasangan Christian-Tjuntjun sebagai pemain nasional karena sistem permainannya lebih mantap. </strong></p>
<p>TERCERAINYA pasangan ganda Christian-Ade Chandra dalam PON VIII, diramalkan orang sebagai awal pisah antara kedua pemain nasional itu. Titik tolak pemikiran didasari atas pengamatan permainan Christian dengan pasangan barunya Tjuntjun. Dan Jassin, pembina PBSI Jabar juga menyatakan maksud dan mengintip dari sudut yang serupa. “Niat itu sudah lama terkandung di hati kami, saudara lihat sendiri bagaimana kemantapan pasangan Christian-Tjuntjun dibanding Christian-Ade” katanya kepada TEMPO. Mantapnya sistim penyerangan dan langgam pertahanan pasangan Christian Tjuntjun memang tidak perlu diragukan. Penempatan bola di daerah lawan yang kosong, permainan net yang membutuhkan gerakan tangan yang akurat dan halus maupun smash yang mematikan sama dimiliki oleh kedua pemain. Posisi muka dan belakang ketika seorang di antara mereka sedang melakukan surve, pengambilan sikap sejajar sewaktu menerima bola musuh dan gerakan-gerakan menyilang yang mereka lakukan dalam pengembalian serangan bagaikan diatur daya refleks, tampak begitu rapi.<span id="more-617"></span> Talak. Pada pasangan Christian-Ade hal seperti ini belum dikuasai sepenuhnya. Karena Ade masih mengandalkan Christian sebagai motor penyerangan. sementara ia sendiri lebih banyak bertindak sebagai algojo dengan modal smash yang keras dan mematikan. Ketika Ade yang terpisah diturunkan bersama Darmawan (Jaya) di situ kelihatan betapa tidak kompaknya mereka menghadapi lawan. Tanpa Christian – paling tidak orang yang bisa menggantikan posisi dan mengimbangi permainannya. Ade hanya tinggal nama. Meski smashnya masih menukik tajam, tapi karena tidak tertopang oleh kelihaian pasangannya untuk membuat musuh menaikkan pengembalian bola, maka akhirnya kekalahan berada di fihak mereka. Adakah benar talak itu akan dijatuhkan Christian sebagaimana kehendak pembinanya? “Pada akhirnya toh keputusan ilu berada di tangan PB, kendati kami memang punya maksud”, tambah Jassin yang berkeinginan untuk menjodohkan kedua anak asuhannya. Pandangan Jassin sejauh dikaitkan pada pola pemikiran untuk melahirkan pasangan super di antara yang kuat, tiada salahnya. Karena yang mungkin mengimbangi pasangan Christian-Tjuntjun ini barangkali hanya Christian-Ade. Dan itupun akan berkesudahan dengan kekalahan di fihak Christian-Ade. Lain halnya kalau Tjuntjun diturunkan dengan Rudy atau Yohan Wahyudi, keadaannya akan lebih berimbang. Sas-sus. “Pola permainan Christian Tjuntjun jelas lebih hidup dari Christian Ade. Baik Christian maupun Tjuntjun sama-sama lincah keduanya. Tapi apakah kita hanya mengingini satu pasangan yang kuat saja?”, tanya Willy Budiman, anggota komisi teknik Pengurus Besar PBSI sambil menyertai alasan-alasan bahwa saat ini dunia masih menanggap pasangan Christian-Ade merupakan yang terkuat di antara yallg ada Jika seorang dari Christian-Ade dipisahkan, kemungkinan untuk menampilkan Ade dengan pemain lain akan lebih kecil dibanding Tjuntjun yang dieeraikan. Bukankah sudah dibuktikan Tjuntjun-Yohan Wahyudi atau Tjuntjun-Rudy pernah saling mengalahkan Christian-Ade? Malah dalam kejuaraan dunia tahun lalu tempat pertama diduduki oleh Tjuntjun-Yohan bukan oleh Christian-Ade. “Yang jelas dalam kejuaraan dunia bulan Nopember nanti, Singapura mengundang pasangan Christian-Ade. Bukan Tjuntjun-Yohana Wahyudi atau Christian-Tjuntjun, tambah Willy Budiman. Dengan itu Willy agaknya memberikan isyarat bahwa pasangan Christian-Ade — paling tidak dalam waktu dekat ini – belum akan diganggu gugat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bolaindo.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bolaindo.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bolaindo.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bolaindo.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bolaindo.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bolaindo.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bolaindo.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bolaindo.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bolaindo.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bolaindo.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bolaindo.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bolaindo.wordpress.com/617/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bolaindo.wordpress.com/617/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bolaindo.wordpress.com/617/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=617&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/jodoh-di-tangan-pb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memilih Biji Kekalahan : Indonesia Juara Thomas Cup 1973</title>
		<link>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/memilih-biji-kekalahan-indonesia-juara-thomas-cup-1973/</link>
		<comments>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/memilih-biji-kekalahan-indonesia-juara-thomas-cup-1973/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 09:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Badminton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bolaindo.wordpress.com/?p=615</guid>
		<description><![CDATA[Tempo 9 Juni 1973. Indonesia mempertahankan Piala Thomas, namun di luar dugaan Rudy Hartono dikalahkan Svend Pri. Kekalahan Rudy karena beban psikologis dari keharusan memenangkan 4 partai pertandingan &#38; faktor kel. TAK meleset dan ramalan semula: akhirnya Indonesia berhasil mempertahankan Piala Thomas – meski tak seorang pun pernah meramalkan bahwa Rudy akan dikalahkan Svend Pri&#160;&#8230; <a href="http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/memilih-biji-kekalahan-indonesia-juara-thomas-cup-1973/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=615&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Tempo 9 Juni 1973<strong>. Indonesia mempertahankan Piala Thomas, namun di luar dugaan Rudy Hartono dikalahkan Svend Pri. Kekalahan Rudy karena beban psikologis dari keharusan memenangkan 4 partai pertandingan &amp; faktor kel.</strong></p>
<p>TAK meleset dan ramalan semula: akhirnya Indonesia berhasil mempertahankan Piala Thomas – meski tak seorang pun pernah meramalkan bahwa Rudy akan dikalahkan Svend Pri dalam partai tunggal ke — 2 di malam pertama final Indonesia — Denmark. Apa sebab Juara All England 6 kali ini kalah’? Alasan ia mengganti raket “Dunlop” dengan “Yoneyama”, musibah meninggalnya paman Rudy beberapa hari menjelang Turnamen Piala Thomas, beban psikologis dari keharusan memenangkan 4 partai pertandingan, suasana di asrama Jalan Manila pagi hari menjelang hari pertandingan — ribut-ribut soal makanan yang tidak mencukupi — hanya merupakan bahan spekulasi untuk memaafkan kejatuhan pemain nomor satu di dunia ini dalam turnamen yang paling pentin.<span id="more-615"></span></p>
<p>Dan kemanjaan yang berlebih diberikan masyarakat kepada diri Rudy serta peranan sang pacar Jane yang ikut mewarnai kehidupan pribadi Rudy plus selosin lagi alasan lainnya, nampaknya hanya merupakan spekulasi ekstra untuk memberi maaf bagi kekalahan dirinya.</p>
<p>Dibekali firasat. Surprise bahkan makin menjadijadi ketika veteran Muljadi dalam turnamen perpisahannya berhasil membalas kekalahan Rudy dengan cara yang paling meyakinkan dalam sejarah Indonesia memperebutkan Piala Thomas. “Kali ini mau saya mati di lapangan”, tekad Muljadi telah dibekali firasat untuk merebut kemenangannya. Tapi adakah dengan bangkitnya Muljadi — kemudian meninggalkan gelanggang selama-lamanya–berarti pula matinya “bidadari” Rudy? Dilema ini agaknya telah menerkam rasio dan sebaliknya membangkitkan emosi. Hendra Kartanegara (Tan You Hok) misalnya, begitu terpaku oleh bentuk permainan Rudy, sehingga jalan keluar yang disarankannya tak lebih dari nasihat agar “Rudy sebaiknya mengundurkan diri mumpung ia bclum terkalahkan di Kejuaraan All England”. Versi lain yang meski tak se-ekstrim bekas Juara All England 1958 ini datang dari wasit Singapura Encik Hamzah. Katanya: “Permainan Rudy makin menurun, meski lambat laun” Lalu siapa pengganti pemain yang menjelang usia 24 tahwl ini memang tidak banyak diperbincangkan. Pendeknya mereka yang terharu dengan bentuk permainan Rildy — dalam partai tunggal maupun ganda — berusaha membantunya mencari jalan keluar secara terhormat.</p>
<p>Merampas konsentrasi. “Tidak ada alasan untuk tidak mengakui kekalahan Rudy”, kata Zulkarnaen Kurniawan pada TEMPO, “Rudy bermain jelek, sedang Pri dalam kondisi yang baik”. Dan “yang penting sekarang bagaimana kita mencari faktor-faktor kekalahan nya”, tambah sang ayah yang turut membesarkan Rudy di dunia bulutangkis. “Dulu ketika ia dikalahkan Muljadi di tahun 1967, saya kontan merampasnya kembali ke Surabaya dan melatih anak saya sendiri. Buktinya ia keluar sebagai Juara All England, tapi sekarang….”, keluh Zulkarnaen tak dapat meneruskan apa yang hendak diucapkan.</p>
<p>Ia seolah kehilangan Rudy dan mengakui bahwa ia beum sempat bercakap-cakap dengan anaknya. Tapi ia sependapat bahwa Rudy terlampau berat di bebankan 4 partai, di samping tanggung-jawab lainnya yang telah merampas konsentrasinya. Tapi sebagai seorang pelatih ia lebih menekankan pada teknik dan fisik — soal mental tidak berlaku bagi kaliber kelas juara – yang dinilainya amat merosot. “Keunggulan Rudy pada kecepatan dan kecepatan Rudy berpangkal pada kedua kakinya. Inilah sebabnya mengapa samberan-samberan Rudy kendor. Soalnya fisik Rudy tidak memungkinkan dia memperkembangkan kecepatannya”, kata Zulkarnaen seraya menambahkan bahwa “dalam pembinaan fisik dan pengaturan gizi makanan nampaknya tidak sebaik yang kita persiapkan di Surabaya”. Dalam menerima kekalahan Rud dan mengomentari masa depan anaknya, ia menyerahkan pada sikap PBSI sendiri. “Terserah apakah Rudy masih diperlukan!”</p>
<p>Advis. Rudy masih diperlukan, itu pasti. Tapi, jika Rudy harus selalu menang dalam setiap pertandingan penting, tak seorang pun sekarang berani memberi jarrlinan. Apalagi seperti melawan Svend Pri yang hanya secara teknik, fisik dan mental telah mempersiapkan diri hanya untuk menghancurkan Rudy. Dalam situasi ini agaknya Scheele lebih bijak memberi nasehat kepada mereka yang meragukan potensi Rudy di kemudian hari. “Apa?” tanya Scheelc, “hanya karcna Rudy kalah lawarl Svend Pri kemarin saya harus memberi advis ke pada dia. Harap ingat, tidak seorang pun bisa bermain dalam bentuk terbaiknya ada setiap pertandingan. Ini yang membuat permainan bulutangkis menarik”. Sekjen IBF ini kemudian yakin bahwa dalam kesempatan lain Rudy akan muncul lagi sebagai pemenang.</p>
<p>Embel embel. Menang dan kalau bagi Rudy dalam final Piala Thomas memang merupakan proporsi yang timpang. Selama 7 bulan calon regu Piala Thomas Indonesia dibina dengan biaya Rp 12 juta, ia merupakan tumpuan harapan yang diperlakukan lebih dari para rekannya. Kekalahannya kali ini oleh sementara peninjau dianggap sebagai peringatan untuk mengadakan perubahan yan drastis. Bagaimana membina tanggullg jawab yang merata di antara para anggota regu. Bagaimana misalnya seoran pemain seperti Amril Nurman (lihat Box) diberi bimbingan khusus untuh menghadapi turnamen besar.</p>
<p>Kemenangan Indonesia terhadap Denmark 8-1 tidak terbantah merupakan kemenangan maksimal — seperti yang pernah dikatakan Sudirman. “Ter utama pers banyak yang menyerang kebijaksanaan kami menentukan komposisi regu. Tapi nyatanya siapa yang benar. Saudara telah mclihat sendiri bagaimana Muljadi dan Amril bermain”. katanya pada TFMPO. Mengenai kekalahan Rudy, “saya anggap itu biasa dan kepada Rudy saya minta dia melupakan apa yang telah terjadi”. Sekali lagi Ketua Umum PBSI ini membuktikan bahwa dia memang memiliki “tangan dingin”. Ia berhasil merebut kembali dan mempertahankan sang Piala di persada Indonesia, meski kali ini melalui trio pelatih Ridwan — Darmawan — Budiman dengan embel-embel non-playing Captain Stanley Couw.</p>
<p><strong>Gara-Gara Amril</strong></p>
<p>Amril Nurman bermain rubber set melawan Chaisak Thong Dejsri dalam Thomas Cup. Ia berusaha mati-matian untuk memenangkan satu-satunya partai pertandingan serta mendapat insentif sepeda motor &amp; uang.</p>
<p>SELASA minggu lalu — sehari setelah Indonesia menyingkirkan Muangthai 8-1 — Amril Nurman berjalanjalan ke Blok M Kebayoran Baru dengan sepeda-motor. Di sebuah persimpangan ia terhenti oleh lampu lalulintas. Lalu apa yang terjadi selanjutnya? “Sebuah skuter dengan dua penumpang kebetulan berhenti di samping saya”, cerita Amril pada TEMPO. Dan kedua orang itu sambil menunggu tanda hijau bercerita tentang pertandingan semalam. “Indonesia hebat tapi si Amril sempat bikin kita mpot-mpotan. Brengsek dia!”. Mendengar obrolan tersebut, Amril tidak tinggal diam. “Brengsek ya dia”, sela Amril, “pokoknya kan menang”. Akan permainan Amril dalam melayani Chaisak Thongdejsri dengan rubber-set 15–8 , 7–15, 15–10 , di mana-mana penggemar bulutangkis yang mengikuti jalan pertanditgan hampir tidak percaya dengan kemajuan yang dicapainya akhir-akhir ini. “Saya bisa mengerti, Saya sendiri tidak habis pikir mengapa kaki saya menjadi kaku, pukulan ngawur. Netting lawan begitu sulit dikembalikan sehingga segala upaya saya sia-sia”. Tapi anak kelahiran Air Haji Sumatera Bara ini yakin bahwa ia akan mampu mengalahkan lawan.”Ketika kedudukan menunjukkan O–9 untuk lawan, tiba-tiba di kepala saya terbayang insentif sepeda-motor dan hadiah uang sekian puluh ribu. Tahu-tahu saya bangkit mengejar ketinggalan sampai menang”. Tentang kemenangannya itu ia membubuhi sekedar komentar: “pemain lain belum tentu bisa mengejarnya”.</p>
<p>Air Haji. Penuh dengan humor dan selalu kelihatan tidak peduli terhadap setiap “tekanan mental” dari mana pun datangnya, pemuda yang dilahirkan pada tahun 1948 ini, hanya mengakui ada sepotong beban yang mengganduli kakinya. “Semua pemain sudah kebagian menang, meski Mulyadi menderita kalah lawan Bandid. Itulah sebabnya saya berusaha mati-matian untuk memenangkan satu-satunya partai pertandingan”. Tak seorang pun mudah percaya bahwa dengan sikap yang serba terbuka, berterus terang dan spontan seperti yang terpancar dari pribadi Amril, ia akan terlanda demam-panggung. Lebih-lebih pada pagi harinya menjelang pertandingan Amril tidak menunjukkan gejalagejala kelainan fisik dan mental. Ia penu humor seperti biasa. Dokter Gani yang sehari-hari mencek kondisi anak-anak TC Thomas Cup Senin pagi itu memberi sebutir supradin ke pada Amril. “Nanti jam 4 sore harap lapor lagi pada saya”. Tidak jelas apa yang dilaporkan Amril kepada Dokter Gani sore menjelang pertandingan. Yang jelas debut pemain Jaya ini menggelisahkan para pengurus dan pembina serta para suporter PBSI. Orang otomatis teringat lie Sumirat. Maka sesaat setelah Svend Pri dan Elo Hansen dengan mudah mencatat kemenangan masing-masing melawan Jamie Poulson dan Bruce Rollick, di tengah berlangsungnya partai double berikutnya paratokoh PBSI memperlihatkan kesibukan luar biasa. Mereka ramai-ramai bumplek ke kamar penjualan karcis. Dari PB terlihat Sudirman, Sumarsono, Suhardjo, Sukada yang merangkap Team Manager Regu T.C. Indonesia dari pembina ada Stanley Gouw, Willy Budiman, Ridwan dan Darmawan Saputera. Sedang tokoh PBSI lainnya tercatat Pujianto, Suharso, Tjipto Karyadi, Ramli Rikin M.N. Supomo, Emon dan Mundi Gugih dari Tangkas Baru. Rudy merupakan satu-satunya pemain yang hadir Selasa malam itu. Ferry Sonneville yang berbaju batik kelihatan duduk tenang di kursi kehormatan. mengamati kejadian ini. Sementara Hendra Kertanegara atau Tan Yoe Hok kelihatan tetap duduk terpencil di sudut.</p>
<p>Sudah Lumrah. Walaupun pertemuan dilakukan dengan pintu tertutup, para wartawan olahraga tidak merasa syak kalau persoalannya berkisar pada susunan pemain single ke-2 dan ke-3 yang akan diajukan dalam pertandingan final melawan Denmark. Ke-3 pemain itu adalah Mulyadi, Amril Nurman dan Iie Sumirat. Kedudukan Mulyadi nampaknya cukup kokoh la diharapkan dapat mengumpulkan satu biji kemenangan dari Elo. Tapi dalam menentukan pilihan antara Amril dan Iie ada dua pihak yang bertentangan: Pengurus Besar PBSI ingin menampilkan Iie sedang para pembina para coach tetap mempertahankan Amril. Yang pertama berpendapat bahwa Iie pasti akan lebih baik dari pada Amril dan dipanggilnya Iie kembali ke Senayan memang dimaksudkan untuk berjaga-jaga terhadap kondisi ke dua pemain single tadi. Sedang yang belakangan mempertahankan Amril dengan alasan bahwa kegugupan sudah lumrah melanda setiap pendatang baru. Kekuatan “mental” Amril untuk mengejar ketinggalan 0–9 sampai berbalik menjadi kemenangan dalam rubberset dijadikan dasar pertimbangan pula. Konon dari balik dinding tempat perundinRan yan berlansung selama tengah jam itu, juara gebrakan meja sampai terdengar ke kuping petugas di luar. Dan suara gebrakan itu ternyata berhasil menggertak unsur-unsur PB untuk memberi mandat penuh kepada para pelatih untuk menyusun pasangan lawan Denmark di final. Konon Rudy sendiri berpihak pada para pelatih atau mungkin juga sebaliknya.</p>
<p>Lesu Mental. Antek-antek PBSI lainnya juga terpecah dalam dua pola pendapat tersebut. Barangkali ada baiknya dalam saat-saat yang kritis, mereka menengok sebentar pada peristiwa-peristiwa di TC. Adakah bijak membebankan lie Sumirat yang oleh para pembina dan pelatih sendiri diberi cap “angin-anginan” untuk memulihkan kepercayaan team dari rasa keraguan ? Dan yang terpenting, tentu saja kesanggupan dan kemauan Iie untuk memikul tugas tersebut. Bukan mustahil anak yang berpredikat “lesu mental” ini akan lebih merasa terombang-ambing tak menentu dari pada andaikata ia dipasang sejak pertandingan lawan Muangthai. Juga pergantian dengan lie bukan tidak mungkin bisa mengganggu kekompakan regu.</p>
<p>Akhirnya semacam ikrar dibikin bersama. Tanda-tangan dari semua hadirin memperkuat keputusan rapat luar-biasa itu dengan hasil: komposisi regu Thomas Cup Indonesia tetap tidak berubah. Dalam undian tanggal 30 Mei di Istora – sesaat setelah Denmark memukul Kanada 9–0 Amril Nurman tetap menduduki jabatan single ke-3. Peristiwa ini se kali lagi memberi kesan ke pada awam bahwa dalam suasana krili PBSI selalu berpedoman “ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”, meski cara penyelesaian seperti itu bisa ditafsirkan sebagai tipu daya meloloskan diri dari tanggungjawab Kata seorang pelatih (yang tidak kebagian pakaian seragam team) “Tanggungjawabnya merata, tap fasilitasnya berbeda”. Dan ia pun yang tak mau disebutkan namany berpesan pada TEMPO: “Nanti kalau sudah selesai Thomas Cup baru akan saya bongkar isi perut mereka”.</p>
<p><strong>Rudy Hartono Menjawab</strong></p>
<p>Rudy Hartono menyesalkan kritikan wartawan yang menghubungkan kekalahannya lawan Svend Pri dengan masalah pribadi &amp; tuduhan suap. Kemenangan tidak ditentukan oleh faktor teknis saja. Hari naas pasti terjadi.</p>
<p>SEJAK Rudy dikalahkan Svend Pri (12-15, 15-5, 15-17), ia kelihatannya selalu menghindarkan diri dari pertanyaan-pertanyaan para wartawan. Rabu malam 6 Juli minggu lalu ia kedapatan bersama seluruh pemain team Piala Thomas memenuhi undangan makan malam di sebuah restoran di Jalan Blora. Dari pertemuan Rudy dan wartawan TEMPO, Lukman Setiawan, keesokan harinya berlangsunglah wawancara resmi di TC PBSI di Jalan Manila Senayan.</p>
<p>Ikut hadir dalam wawancara tersebut dokter Gani, dokter team Piala Thomas Indonesia.</p>
<p>TEMPO: Bagaimana anda menerima kekalahan dari Svend Pri dalam final Piala Thomas ?</p>
<p>Rudy : Saya menerima kekalahan dengan kesadaran bahwa setiap pemain terbaik pada suatu saat pasti akan mengalami kekalahan seperti yang saya alami Hanya sukar untuk meramalkan kapan “hari naas” itu akan terjadi. Saya akui, pada waktu itu saya kalah.</p>
<p>TEMPO: Apa reaksi Anda tehadap sorotan pers yang ditujukan pada permainan dan pribadi Anda baru-baru ini?</p>
<p>Rudy: Prinsip saya kritik apa saja boleh. Tapi menuduh saya makan suap, itu keterlaluan dan tak perlu saya layani. Juga membawa-bawa pacar saya sebagai faktor kekalahan saya keterlaluan. Biarlah itu semua menjadi tanggungjawab saya. Jangan orang yang tak bersalah disangkutkam Saya harap lain kali soal permainan dan soal pribadi dapat diletakkan pada proporsinya sebelum Anda melancarkan kritik dan analisa.</p>
<p>TEMPO: Sekarang kembali ke soal permainan. Anda amat sportif dalam menerima kekalahan. Kalah, ya kalah, karena Svend Pri bermain baik. Tapi saya ingin Anda menjawab lebih mendetail. Misalnya kelebihan teknis Pri dan kelemahan Anda ketika Anda melayaninya ?</p>
<p>Rudy: Svend Pri memang kuat dalam smash. Tapi apa perlu saya memperinci ciri-ciri permainannya? Kemenangannya malam itu bukan semata-mata faktor teknis saya: seperti netting saya banyak yang nyangkut, smashnya tanggung saya kembalikan. Hal-hal semacam itu biasa terjadi. Dan yang terpenting, menurut saya ia dalam pertandingan tersebut berhasil merampas inisiatif dalam mengendalikan tempo permainan, sehingga agresivitas saya hilang.</p>
<p>TEMPO: Mengapa anda sampai kehilangan inisiatif dan agresivias?</p>
<p>Rudy: Anda harus melihat pertandingan tersebut dari hubungan regu, bukan individu. Dukungan dan harapan yang dilimpahkan kepada saya secara moril dan materiil belakangan ini memang merupakan fasililas dan hiburan bagi saya. Tapi sebaliknya ia juga beban yang tidak kecil. Ditambah pula dengan anggapan dan perhitungan “di atas kertas” bahwa saya akan pasti memenangkan seluruh partai pertandingan yang saya mainkan, merupakan unsur-unsur yang turut pula mempengaruhi inisiatif dan agresivitas saya. Dalam kondisi seperti itu kelihatannya justru dipergunakan Pri sebaik-baiknya untuk memperkembangkan permainannya dan memanfaatkan smash-smashnya ke titik kelemahan saya. Soal siapa yang berkembang dulu permainannya amat menentukan dalam pertandingan yang tegang.</p>
<p>TEMPO: Dalam istirahat dua hari menjelang final lawan Denmark kabarnya Anda masih melakukan latihan fisik dan stroke yang cukup melelahkan, apakah benar demikian ?</p>
<p>Rudy: Bagi pemain-pemain seperti kami, latihan fisik dan stroke menjelang pertandingan penting lebih banyak diartikan untuk relaks yang tujuannya sekedar melepaskan ketegangan fisik dan mental. Saya kira semua pemain mempunyai feeling sejauh mana mereka dapat dilakukan latihan-latihan menjelang pertandingan yang dimaksud. Latihan semacam itu masih harus dibuktikan secara ilmiah untuk dikatakan tidak baik.</p>
<p>TEMPO: Apakah Anda merasa jemu-bulutangis ?</p>
<p>Rudy: Sulit untuk mengatakan demikian, karena bulutangkis adalah bagian dari kehidupan saya. Tapi kalau diingat-ingat kegiatan saya sejak 1972 sampai sekarang, saya menarik kesimpulan bahwa saya perlu menjalankan istirahat total. Dalam arti kata dalam istirahat ini saya kembali ke bangku kuliah mengejar ketinggalan study saya, di samping sekedar memelihara hobby bulutangkis.</p>
<p>TEMPO: Kabarnya Anda akan pergi ke Singapura untuk belajar bahasa Inggeris sambil melakukan coaching bagi team Singapura?</p>
<p>Rudy : Tidak benar. Yang benar adalah, saya minggu depan (12 Juni) akan melawat ke Singapura bersama-sama team Piala Thomas Indonesia untuk melakukan pertandingan cksbibisi di sana. Setelah itu saya akan kembali ke Jakarta.</p>
<p>TEMPO: Barangkali masih ada hal-hal yang belum ditanyakan tapi ingin Anda sampaikan melalui wawancara ini ?</p>
<p>Rudy: Saya kira sudah cukup. Sekali lagi: menuduh orang makan suap, mengkaitkan kegagalan saya dengan tunangan saya dan melemparkan sebab-sebab kekalahan dengan alasan-alasan sepele memang enak dibaca dan didengar, meski bagi yang bersangkutan bisa mematikan. Saya yakin bukan maksud mereka berbuat demikian. Itulah sebabnya saya menerima kekalahan dan kritik-kritik dari para wartawan dengan hati lapang. Sebagai penutup saya hendak mengingatkan halal yang luar biasa yang bisa saja terjadi dalam suatu turnamen besar, meski misalnya kemungkinan tersebut berbanding I lawan 100. Misalnya dalam final Piala Thomas 1964 di Tokyo ketika itu siapapun merasa yakin bahwa Erland Kops yang sudah leading 14-7 dengan mudah dapat merebut kemenangan dari Ferry Sonneville, tapi apa yang terjadi adalah sebaliknya : Sonnevile mengejar ketinggalannya dan mencapai kemenangan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bolaindo.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bolaindo.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bolaindo.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bolaindo.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bolaindo.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bolaindo.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bolaindo.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bolaindo.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bolaindo.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bolaindo.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bolaindo.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bolaindo.wordpress.com/615/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bolaindo.wordpress.com/615/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bolaindo.wordpress.com/615/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=615&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/memilih-biji-kekalahan-indonesia-juara-thomas-cup-1973/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Usaha Mengamankan Piala (Piala Thomas 1973)</title>
		<link>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/usaha-mengamankan-piala-piala-thomas-1973/</link>
		<comments>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/usaha-mengamankan-piala-piala-thomas-1973/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 09:27:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Badminton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bolaindo.wordpress.com/?p=613</guid>
		<description><![CDATA[Tempo 26 Mei 1973. Persiapan pemain bulu tangkis regu Thomas Indonesia sudah mantap. Namun Pujianto bekas pelatih teknik team piala Thomas mengharapkan para pemain tak bersikap takabur terhadap kekuatan lawan. SIAPA yang bisa merebut Piala Thomas dari Indonesia? Hampir semua orang — baik yang ahli maupun yang awam tidak merasa ragu, lawan mana yang mampu&#160;&#8230; <a href="http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/usaha-mengamankan-piala-piala-thomas-1973/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=613&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tempo 26 Mei 1973. Persiapan pemain bulu tangkis regu Thomas Indonesia sudah mantap. Namun Pujianto bekas pelatih teknik team piala Thomas mengharapkan para pemain tak bersikap takabur terhadap kekuatan lawan. SIAPA yang bisa merebut Piala Thomas dari Indonesia? Hampir semua orang — baik yang ahli maupun yang awam tidak merasa ragu, lawan mana yang mampu mengalahkan regu Piala Thomas Indonesia. Dengan kata lain, dewasa ini Indonesia secara relatif memiliki material pemain yang jauh lebih mantap dalam menghadapi lawan-lawannya di babak final turnamen Piala Thomas (25 Mei — 3 Juni 1973) Keyakinan ini bukan saja datang dari penggemar-penggemar bulu tangkls di warung-warung kopi, malahan diakui pula oleh bekas pemain-pemain Piala Thomas yang laln. <span id="more-613"></span>Insentif. Sejak Indollesia pertama kali merebut Piala Thomas dari tangah Malaya di tahun 1958, kemudian berturut-turut mempertahankannya pada tahun 1961 di Istora, tahun 1964 di Tokyo, lalu menyerah pada Malaysia akibat “skandal Istora”, tapi bangkit kembali merebut lambang suprenasi bulutangkis dunia itu pada tahun 1970 — nampaknya kedudukan PBSI tidak pernah sekokoh tahun ini. Ferry Somanville dan Eddy Yusuf misalnya, memberi komentarnya bahwa “kita harus mempersiapkan diri secara maksimal sebab bukan tidak mungkin akan terjadi sesuatu yang di luar perhitungan” Hanya sikap rendah musti mereka agaknya yang menyelimuti rasa “terlalu yakin untuk menang”. Perasaan serupa agaknya melanda pula bekas pemain Piala Thomas, Pudjianto. Tidak seperti tahun-tahun 1967 dan 1970, bekas pelatih teknik team Piala Thomas ini memilih peranan di bclakang layar. “Kalau kita diharuskan memilih antara dua cadangan Iie atau Johan, mana yang saudara pilih”, katanya pada TEMPO. Pudjianto berusaha menutupi rasa takaburnya dengan mengajukan alternatif yang se-detail-detailnya, agar kemenangan Indonesia benar-benar sip! Tapi apa mau dikata, Iie begitu mendengar ia tersisihkan dari team inti terus minggat pulang kampung Indratno, pasangan ganda Rudy 3 tahun lalu tidak juga sangsi akan potensi regu PBSI sekarang “Tahun 1964 kita memiliki regu yang kuat juga, tapi lawan pun gila Denmark masih memiliki double duuia Finn Koberro/Hammergaard Hansen” Indratno yang sekali-sekali masih menjenguk Rudy cs berlatih di Istora mengingatkan. Juga tahun ini bukan saja regu lawan tidak sedahsyat yang dulu-dulu, terlebih lagi “persiapan tahun ini luar biasa” Apa yang Iuar biasa? “Insentifnya”, jawhnya singkat Damlawan Saputra, satu-satu nya bekas pemain Piala Thomils pertama Indonesia yang resmi bercokol dalam team sebagai pelatih tcknik, hanya menyimpulkan bahwa “yang bimbang akan kekuatan kita justru Pengurus Besar”. Team Dukun Tcrnyata rasa bimban pengurus Besar bukan tidak beralasan, meski apakah alasaan itu bisa diterima akal sehat atau semata-mata mistik dan dan psikologis sifatnya Faktor-faktor non teknis seperti yang pernah dikemukakan Ketua Umum PBSI, Sudirman di forum pers bahwa “Kita menempuh segala upaya termasuk pengamanan mistik terhadap para pemain untuk mempertahankan Thomas Cup”, dapat di terima dengan toleransi meski ada pula yang menyanggah dengan’ cemooh non sense. Mistik atau bukan, bahwa kultur warisan nenek-moyang kita agaknya selalu mendapat tempat terhormat dalam setiap perjuangan bangsa (baca Projek Nasional), merupakan kenyataan tidak dapat dibantah. Dengan catatan bahwa dongeng atau cerita-cerita sihir yang berinti pada mistik, kedukunan dan sebangsanya bukan mustahil sedang menggoda mental para pemain yang akan turun ke gelanggang. Dalam hubungan ini Ramli Rikin, tokoh kawakan (wasit) PBSI mempunyai alasan sendiri untuk menyimpan percikan nostalgia dari peristiwa Piala Thomas 1961 dan 1967 — peristiwa kekalahan Kim Bie/King Gwan dan “Skandal Senayan” sampai ke liang kubur (lihat box: Kisah M &amp; 4 Benggali). Maka sekarang dapat disimpulkan, konon untuk mengamankan Projek Nasional ini secara nonteknis dan mistik, team dukun pun ikut dipersiapkan PBSI di belakang layar. Watergate. Tapi andaikata terjadi sebaliknya, tidak bijak pula mencari kambing hitam pada unsur dukun. Team Manager Sukada dan Non Playing Captain Stanley Gouw, tak luput dari intaian. Keunggulan teknik, fisik dan mental para pemain serta dukungan kondisi objektif lainnya seperti bermain di gelanggang dan di muka publik sendiri — kurang diimbangi oleh pimpinan team yang berpengalaman atau paling tidak sekelas dengan almarhum Moh. Irsan. Demikian pendapat sementara peninjau. “Saya dipilih dan diminta oleh PB, bukan saya yang mencalonkan diri sendiri”, kata Stanley pada TEMPO, ‘siapapun di antara kita yang terpilih menjadi Captain, harus dianggap sebagai penunjukkan terhadap diri kita berempat”. Stanley mengajukan konsensus tersebut pada ketiga rekan pengasuh lainnya: Willy Budiman, Ridwan dan Darmawan, sebelum penetapan siapa di antara ke-empat pengasuh resmi itu ketiban rezeki non playing captain. Sukada, juga terbilang baru dalam keluarga PBSI, nampaknya lebih sibuk mengurusi soal-soal keuangan termasuk penjualan tiket –untuk memenui kebutuhan linansil team. Tapi sebagai Komandan TC Piala Thomas Indonesia, nampaknya ia tidak ambil pusing dengan ocehan orang. “Lihat saja nanti”, begitu katanya. Apa lagi? “Asal tidak terjadi peristiwa semacam Watergate kita tidak akan kalah!” Begitu hebat keyakinannya terhadap regunya, tapi hegitu dalam pula perasaan was-was akan perpecahan yang mungkin timbul dari dalam tubuh PBSI sendiri. Adakah dalam mempertahankan Piala Thomas ada unsur-unsur partai Republik dan Demokrat yang saling cakar-cakaran? Wallahualam bissawab. Sukada agaknya hanya minta restu dan persatuan untukmenunaikan missinya. Buka kartu. Untuk memenangkan Piala Thomas ke-5 kalinya — pertama diperebutkan sejak 1949 — bagi Indonesia jalan ke situ nampaknya sudal licin-klimis. Team dan para cadangan telah pula diungsikan ke suatu apartemen di Wisma Aneka. Kerikil-kerikil tajam yang masih bertaburan agaknya berujud pada kondisi Muljadi dan pendatang baru Amril Nurman. Sementara tanda tanya mengenai diri pemain ganda Tjuntjun, diimbangi oleh pemain teras Rudy. Hari-hari terakhir membuka kartu, nampaknya pimpinan dan tokoh-tokoh PBSI terus berunding untuk menyusun komposisi terbaik. Bukan tidak mungkin dalam menghadapi Thailand di hari pertama, Amril akan diturunkan sebagai tunggal kedua melawan Sangob atau Bandid — dua lawan yang pernah di kalahkan sebelumnya. Sedang Muljadi diperhitungkan dengan mudah akan melalap tunggal ketiga lawam Penilaian ini berdasarkan bahwa regu Thai tidak akan berbeda dengan regu yang mengalahkan Malaysia dalam kwalifikasi interone dua bulan yang lalu. Tapi mendadak Bangkok Post mengumumkan ke-6 pemain Thai, tanpa Pitchai Kongsiritavorn — tunggal ke-tiga yang dikalahkan P.Gunalan dalam kwalifikasi interzone sebelumnya. Lengkapnya mereka terdiri atas: Sangob, Bandid, Chaisah Thongdesri Sila Ulao, Thonchai Pongpoon dan Pornchai Sukuntaniyom. Sedangkan dalam menghadapi final dengan perhitungan Denmark akan munculsebagai pemenang pemenang dari India atau Kanada — akan dihadapkan dengan pasangan yang agak ekstrim. Pertimbangan ini berdasarkan pengalaman bahwa pemain Denmark masih jerih terhadap Iie Sumirat dan Christian yang disebut belakangan pernah mengalahkan Svend Pri di All England 1973. Setelah Iie mengundurkan diri, Christia dinilai cocok untuk mengalahkan Elo Hansen, sementara Muljadi dipusatkan untuk meraih satu angka dari Flemming Delfs. Akan Amril sendiri agaknya pimpinan PBSI masih bambang apakah pendatang baru ini dapat mengatasi tekanan mental dalam pertandingan final. “Kecuali ia menunjukkan prestasi luar biasa melawan Thailand”, kata seorang pengurus. Akan halnya dengan Denmark di duga akan tetap pada pasangan: Svend Pri, Henning Borch dan Elo Hansem Ganda: Borch/Hansen dan Bacher/Peterson. Akhirnya persiapan yang demikian sempurna dari segi teknis team, nampaknya menuntut pula kerapihan penyelenggaraan Organizing Committee dalam hal ini ditangani secara ex-offio oleh PB PBSI. Tentu saja faktor penonton dan petugas ikut menentukan suksesnya babak final Piala Thomas ke-3 di Istora Senayan – lepas dari siapa nantinya yang akan muncul sebagai juara.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bolaindo.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bolaindo.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bolaindo.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bolaindo.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bolaindo.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bolaindo.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bolaindo.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bolaindo.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bolaindo.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bolaindo.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bolaindo.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bolaindo.wordpress.com/613/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bolaindo.wordpress.com/613/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bolaindo.wordpress.com/613/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=613&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/usaha-mengamankan-piala-piala-thomas-1973/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah M &amp; 4 Benggali</title>
		<link>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/kisah-m-4-benggali/</link>
		<comments>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/kisah-m-4-benggali/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 09:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Badminton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bolaindo.wordpress.com/?p=611</guid>
		<description><![CDATA[Kisah mistik dalam perebutan piala Thomas 1967 mem pengaruhi PBSI dan regu Thomas Indonesia. Namun bukan regu Indonesia saja yang percaya mistik, ternyata regu Denmark, Thailand dan India juga. ADA 4 orang Benggali yang akan hadir malam itu. Karena itu harus hati-hati, jangan sampai ia menyentuh pundakmu”, kata seorang dukun pada tokoh M. Ucapan ini&#160;&#8230; <a href="http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/kisah-m-4-benggali/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=611&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah mistik dalam perebutan piala Thomas 1967 mem pengaruhi PBSI dan regu Thomas Indonesia. Namun bukan regu Indonesia saja yang percaya mistik, ternyata regu Denmark, Thailand dan India juga.</p>
<p>ADA 4 orang Benggali yang akan hadir malam itu. Karena itu harus hati-hati, jangan sampai ia menyentuh pundakmu”, kata seorang dukun pada tokoh M. Ucapan ini merupakan cuplikan kisah mistik dalam perebutan Piala Thomas 1967 di Istora, Senayan. Rupanya apa yang dicemaskan sang dukun, akhirnya kejadian juga. Tokoh M bagaikan kena pukau, ketika seorang bersorban putih menyapa dengan ramah sambil memegang bahanya. Wajahnya pucat seketika. Pantangan dukun telah terlanggar rupanya.<span id="more-611"></span></p>
<p>Kini M tinggal pasrah pada Tuhan, menanti apa yang bakal terjadi selanjutnya. Muljadi turun ke lapangan. Set pertama lawan membuatnya tak berkutik. Sewaktu Mul menemukan kembali bentuk permainannya, terjadilah apa yang memang harus terjadi. Scheele, Honorary Referee menghentikan pertandingan, karena situasi penonton yang mulai tak terkendali. Caci maki pengunjung segera tertumpah pada Scheele, dan Pak Tua di tuding sebagai biang kerok. Pada waktu itulah M menyendiri dan menyesali dirinya yang telah melanggar pantangan.</p>
<p>Cerita mistik ini kembali hangat, ketika seorang wartawan olahraga dimintaipendapat dalam acara tukar fikiran dengan PBSI di gedung KONI minggu pertama yang lalu. Sikap rendah hati si wartawan yang terlalu yakin team Indonesia akan menang, dituangkannya dalam bentuk seloroh: “llanya dukun barangkali yang dapat mengalahkan regu Indonesia”. Gurauan itu ditanggapi oleh Sudirman, Ketua Umum PBSI dalam bentuk upaya pengamanan tradisionil lihat laporan: Usaha Mengamankan Piala Thomas. Sehingga prasangka adanya faktor dukun di belakang team Indonesia, kian jelas adanya.</p>
<p>Ramli Rikin, bekas Non Playing Captain regu Piala Thomas 1958 adalah orang yang tahu banyak akan peri laku yang demikian. Kecuali berpendapat bahwa pola kelakuan yang begitu disebabkan oleh ketegangan batin yang meningkat dari seorang pemain, selebihnya ia tak ikhlas untuk membeberkan. “Terus terang saja saya tak mau bicara, mungkin rahasia ini akan terbawa mati oleh saya”, kalanya pada TEMPO. Meski demikian Ramli Rikin mengakui juga adanya tindakan pengamalan mistik yang dilakukan secara perorangan tentu saja bagi mereka yang percaya. Ferry Sonneville misalnya, menjelang pertandingan besar begitu berkonsentrasinya hingga ia tak mau makan selain buah-buahan dalam kaleng. Ada pula yang percaya raket atau handuknya tidak boleh dilangkahi sebelum bertanding. Dan “ada pemain yang harus pergi ke Kramat Tunggak terlebih dahulu sebelum bertanding”, tambah Ramli Rikin.</p>
<p>Akan cerita mistik di kalangan pemain-pemain luar negeri, tak kurang pula asyiknya. Team Denmark dalam beberapa kali perebutan Piala Thomas, tak pernah ketinggalan membawa maskot babinya. Thailand tentu juga ada. Apalagi India, yang terkenal sebagai negeri leluhur mistik dan sihir. Dan agaknya perebutan Piala Thomas tahun ini merupakan pertandingan mistik yang terseru, karena di dalam arena permainan Rudy cs jelas lebih tinggi kwalitasnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bolaindo.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bolaindo.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bolaindo.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bolaindo.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bolaindo.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bolaindo.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bolaindo.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bolaindo.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bolaindo.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bolaindo.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bolaindo.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bolaindo.wordpress.com/611/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bolaindo.wordpress.com/611/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bolaindo.wordpress.com/611/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=611&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/kisah-m-4-benggali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Detik Bergesernya Komposisi</title>
		<link>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/detik-bergesernya-komposisi/</link>
		<comments>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/detik-bergesernya-komposisi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 09:23:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Badminton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bolaindo.wordpress.com/?p=609</guid>
		<description><![CDATA[Materi pemain Indonesia dalam turnamen Thomas Cup IX terkuat dalam sejarah. Agar tercapai hasil yang maksi mal, Rudy ditunjuk sebagai vice captain. Krisis memuncak ketika berlangsung pertemuan soal komposisi tim. AKHIRNYA Scheele tiba, disertai Betty sang isteri dan sebatang tongkat menopang langkahnya yang pincang. “Yang terang hari ini saya sudah datang”, katanya pada pers, menolak&#160;&#8230; <a href="http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/detik-bergesernya-komposisi/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=609&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Materi pemain Indonesia dalam turnamen Thomas Cup IX terkuat dalam sejarah. Agar tercapai hasil yang maksi mal, Rudy ditunjuk sebagai vice captain. Krisis memuncak ketika berlangsung pertemuan soal komposisi tim.</p>
<p>AKHIRNYA Scheele tiba, disertai Betty sang isteri dan sebatang tongkat menopang langkahnya yang pincang. “Yang terang hari ini saya sudah datang”, katanya pada pers, menolak alasan kalau fihak OC yang menyebabkan keterlambatan Sekjen IBF ini. “Kami menghendaki satu dunia yang bersahabat”, katanya menjawab pertanyaan reporter TEMPO, Renville Imatsier, mengenai kemungkinan RRT mengambil bagian dalam Turnamen Thomas Cup yang akan datang. Ia mengambil contoh Jerman Barat dan Jerman Timur yang duduk berdampingan di forum IBF. Tapi sampai sekarang belum ada permintaan dari RRT sendiri. Dan Scheele menambahkan bahwa masuk nya RRT bukan berarti Taiwan harus keluar — sampai dengan ketentuan IBF.<span id="more-609"></span></p>
<p>Beranjak ke turnamen Thomas Cup yang sedang berlangsung, Scheele yang masih bercucuran peluh oleh panasnya udara Kemayoran, mengatakan: “Indonesia seharusnya favorit, tapi kemungkinan bisa saja terjadi yang tak terduga seperti Thai bisa mengalahkan Malaysia .”</p>
<p>Vice Captain. Syahdan? hari Jumat siang itu (25 Mei) tidak terlihat Presiden IBF, Ferry Sonneville turut menyambut kedatangan Sekjennya. Jam 1 siang ia terikat janji berwawancara dengan Kepala Desk Olahraga TEMPO, Lukman Setiawan. Tapi ia baru tiba di kantornya di tingkat atas gedung KONI satu seperempat jam kemudian. Seperti biasa Ferry berpakaian rapi – berdasi tanpa jas. Dari air mukanya terlihat ada masalah yang belum terpecahkan. Melalui pembantunya ia mengangkat telepon menghubungi Liason officer OC, Edeng Sulaeman yang berpangkal di Kartika Plaza untuk menanyakan kedatangan Scheele dan Nyonya. Ia menghubullgi Sudirman, tapi diterima pembantu Ketua Umum PBSI, Drs. Muljono. Akhir nya ketenangan makin pulih dan gagang telepon kini menghadapkan Ferry berdialog- dalam bahasa Belanda – dengan Non-playing Captain Stanley Gouw. Kita barusan berkumpul bersama anak-anak. Mengapa anda tak datang”, begitulah kira-kira Ferry menegur Stanley. Antara jam satu dan jam dua itu keluarga PBSI agaknya sedang di puncak krisis. Jam 4 sore – kemudian ternyata tertunda sampai keesokannya jam 9 pagi drawing komposisi team akan diadakan dan langsung dipimpin Honorary Referee Scheele. “Saya ingin dalam detik-detik ini Captain selalu dekat dengan anak buah dan kalau bisa tinggal bersama mereka”, katanya pada TEMPO. “Meski pun di atas kertas tahun ini material pemain kita tercatat paling kuat dalam sejarah Thomas Cup, tapi untuk mengamankan kemenangan kita harus berusaha maksimal”, tambah Ferry. Ia terbayang andaikata 10.000 penonton berkeplok tangan dan gemuruhnya menimbulkan suatu situasi yang tak terkontrol, kemudian timbul sesuatu yang harus diatasi, “saya kira hanya Rudy yang bisa bertindak ccpat. Menghubungi Honorary Referee untuk turun tangan.” Protes-memprotes memang lazimnya dilakukan Captain. Tapi dalam melancarkan protes tersebut di samping harus menguasai peraturan, harus tepat pula timingnya. “Kalau begitu saya usulkan Rudy sebagai Vice Captain”, katanya menjawab pertanyaarinya sendiri. “Mana diperbolehkan peraturan”, tanya TEMPO. “Bisa diatur dan lawan pun boleh berbuat demikian”. Ferry mencari keseimbangan antara seorang “tokoh PBSI” dan “tokoh IBF”.</p>
<p>Empat mata. Pertemuan dengan Rudy cs Jumat siang itu dijalan Manila Senayan — tanpa kehadiran tokoh PBSI lainnya — memang melahirkan sesuatu yang baru dan surprise. Dugaan orang bahwa Amril akan bermain sebagai single ke 2 ternyata digeser ke single ke 3. Komposisi lainnya tetap. Tapi Ferry mengingatkan bahwa dalam soal komposisi team, ia hanya mengajukan saran yang akhirnya terserah pada putusan pimpinan PBSI. “Ini mengingat saya telah lama tidak kontak langsung dengan para pemain”. Meskipun dalam komposisi Mulyadi sebagai single ke – 2 lebih memberikan kemantapan pada bekas Captain Regu Thomas Cup Indonesia ini. Malamnya sebelum undian komposisi regu berlangsung, konon Rudy berbicara empat-mata dengan Muljadi. Apa yang dibicarakan mudah diduga. Selentingan menyatakan bahwa Denmark akan memprotes setiap perubahan komposisi dari “wirzrling team” yang maju ke final. Peraturan memang tidak ada. Barangkali kebiasaan Inggeris lagi. Itulah sebabnya dalam komposisi pemain di semi-final lawan Thai, akan tetap tidak berubah di final – kecuali andaikata terjadi sesuatu yang tak memungkinkan satu atau dua dari ke-6 pemain kedua regu yang bersangkutan turun ke gelanggang. Dengan komposisi ini strategi Indonesia membebankan Muljadi dan Amril minimal dan paling buruk bisa memperoleh sebiji kemenangan dari 3 pertandingan. “Syukur kalau dalam ke tiganya kita menang semua”, kata pelatih fisik Ridwan.</p>
<p>Enam tahun yang silam Ferry di vonnis sebagai penyebab kekalahan Indonesia dari Malaysia. Kini di forum yang sama ia mewakili Scheele sebagai Honorary Referee dalam undian Kanada-India. Dan sebagai Presiden IBF ia menerima piala Thomas dari Ketua Umum PBSI, Sudirman, untuk secara resmi di perebutkan. “Turnamen Thomas Cup ke — IX ini membangkitkan kenangan yang baik. Dan selaku administrator Of the game merupakan kepuasan bagi diri saya”. Tapi sebagai warga PBSI nampak nya kepuasannya belum sempurna bila ia luput dari saat-saat tegang untuk mempertahankan Piala Thomas untuk kesekian kali, meskipun perbuatannya bisa menimbulkan interpretasi lain dari kalangan awam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bolaindo.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bolaindo.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bolaindo.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bolaindo.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bolaindo.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bolaindo.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bolaindo.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bolaindo.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bolaindo.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bolaindo.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bolaindo.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bolaindo.wordpress.com/609/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bolaindo.wordpress.com/609/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bolaindo.wordpress.com/609/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=609&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/detik-bergesernya-komposisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merubah Kiblat Ke Eropa ?</title>
		<link>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/merubah-kiblat-ke-eropa/</link>
		<comments>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/merubah-kiblat-ke-eropa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Dec 2011 09:20:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Badminton]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bolaindo.wordpress.com/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[Tempo 31 Maret 1973. Dipertanyakan apakah kiblat dunia bulu tangkis akan berpindah ke Eropa. di Edinburg, regu Asia yang dianggap bukan tandingan Eropa, digulung regu Eropa 8-2, termasuk kekalahan beruntun Rudy Hartono. KEINGINAN Rusia, Presiden Asia Badminton Confederation untuk membuktikan supremasi dunia bulutangkis Asia bukan jangkauan’ Eropa memang sudah lama tak tertahan. Impian itu di&#160;&#8230; <a href="http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/merubah-kiblat-ke-eropa/">Read&#160;more</a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=607&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tempo 31 Maret 1973. <strong>Dipertanyakan apakah kiblat dunia bulu tangkis akan berpindah ke Eropa. di Edinburg, regu Asia yang dianggap bukan tandingan Eropa, digulung regu Eropa 8-2, termasuk kekalahan beruntun Rudy Hartono. </strong></p>
<p>KEINGINAN Rusia, Presiden Asia Badminton Confederation untuk membuktikan supremasi dunia bulutangkis Asia bukan jangkauan’ Eropa memang sudah lama tak tertahan. Impian itu di Stadion Meadowbank, Edinburgminggu lalu gagal berantakan. Regu Eropa memukul mutlak team Asia: $-2. Di balik kekalahan team Asia tersebut timbul pertanyaan, adakah xegu yang kalah ini merupakan team inti yang visa diandalkan membela nama Asia? Meski terdaftar nama-nama: Rudy Hartono, Christian, Ade Chandra, Tjuntjun, Bandid Jaiyen, Sangob Rattanusorn, Hiroe Yuki, Etsuko Takenaka, Taty Sumirah dan Utami Dewi. Tapi tanpa: Tan-Aik Mong, Punch Gunalan, Noriko Tagaki rasanya team ini belum patut untuk di adu membawa Asia ke pintu kejayaan.<span id="more-607"></span></p>
<p>Mengingat lawan-lawan yang diturunkan tuan-rumah adalah pemain-pemain pilihan Eropa. Kata Stanley. Gagalnya team Asia di Edinburg tidak akan menarik untuk di perbincangkan, kalau saja Rudy Hartono tidak kalah di sana. Setelah menyerah pada Sture Johnson di Oberhausen, Jerman Barat di babak serrii final untuk kedudukan: 2-15 dan 5-15. Seminggu kemudian is kesandung Svend Pri dalam suatu rubber set: 15-13, 6-15 dan 11-15. Ini merupakan kekalahan ketiga buat Rudy dan kemenangan kedua untuk Svend Pri setelah tahun lalu juga memukul lawan yang sama di Glasgow: 15-11, 9-15 dan 5-15. “Saya percaya, kali ini Rudy betul-betul kalah”, kata’ Stanley Gouw, Ketua Komisi Teknik PSSI pada TEMPO: Dugaan, Stanley Gouw diperkuat oleh permainan Rudy yang mengungguli set `pertama dan penyerahannya pada Set-set berikutnya.</p>
<p>Menilai kekalahan Rudy Hartono dalam beberapa turnamen sampingan menjelang ke All England, tidakkah ini merupakan pertanda bahwa masa kejayaannyahampir berakhir? Terasa sebagai, sesuatu yang sulit buat memberikan jawaban tanpa melihat pertandingan itu sendiri. Kendati beban mental yang di pikulnya dalam predikat juara dunia memang ada. Tapi seberapa jauh is menindih harapannya untuk menang, itulah yang sukar pula buat diketahui. Jika dipakai ukuran’ pengalaman yang lalu, rasanya mental Rudy, tak perlu di ragukan. Namun tidak berarti dengan sendirinya Rudy tak mungkin akan tergelincir. “Saya juga kuatir dengan hal demikian,” tambah Stanley Gouw. Kecemasan Stanley betapapun juga kekuatiran yang meliputi masyarakat. Apakah tidak ada dalang tertentu yang ingin menjatuhkan supremasi Rudy di All England liwat jalan lain? Melihat Rudy turun di Edinburg dalam keadaan flu. Ditambah dengan keinginan Rusia untuk tetap menurunkannya, sementara Komisi Teknik PBSI kurang menyetujui, memperkuat dugaan itu.</p>
<p>Apalagi membaca ketidak langgengan PBSI menjelang turnamen Bombay 1972 dan kerapatan Ketua ABC dengan daratan Eropa, bukan mustahil Rusia biang gara-garanya. “Mungkin, sekali”, ujar Ketua Komtek PBSI. Lain tidak. Sementafa tidak kurang pula kalangan lain berpendapati bahwa Rudy, dengan kekalahannya itu sedang mencoba memhikin kondisi psikologis dalam masyarakat, agar tidak terlalu kecewa seandainya toh ia, harus kalah. Stanley Gouw meragukan anggapan yang belakangan ini. Namun bagaimanapun kedua masalah dl atas punya hubungan keraguan dan kebenaran. Kalau dicoba menyelusuri tingkat – permainan Rudy yang satu kelas di atas peserta-peserta turnainen All England. Orang memang tak guns berprasangka. Meski Rudy harus menjawabnya dengan memboyong piala All England untuk ke-6 kalinya. Jika pekan ini Rudy telah membuktikan kebolehannya, namun kekalahannya di Edinburg tidak luput memberikan kesan yang kurang baik terhadap nama Asia. Karena opini ‘ publik telah terbentuk oleh pertandingan antar: benua yang, tidak wajar itu. Bahwa: jago-jago Eropa bukan tandingan orang Asia. Bagaimanapun masyarakat tidak akan mengerti tentang andil Tan Aik Mong don pasangan Noriko Tagaki/Hiroe Yuki dalam hal ini. Mereka adalah juara Asia don juara perorangan serta ganda puteri All England. Menggantikan kedudukan nya dengan pasangan Utami Dewi/Taty Sumirah – keduanya tidak pernah bermain ganda – terasa janggal sekali untuk mempertahankan nama suatu benua. Demikian juga -dengarj- pasangan cainpUfan kudy Hartono/Etsukti Takenaka yang turun tanpa saling,rhengenal langgam permaman masing-masing. MasaIah kekalahan, team Asia pada pertandingan antar benua ini – menurut Stanley pertandingan persahabatan – terasa di atur sedemikian rupa. Sehingga masyarakat menj’adi tabu: bahwa: pemain-pemain terbaik Asia telah tersungkur di tangan pemain Eropa. Lain tidak. Pukulan mental. Adakah dengan keadaan ini kiblat dunia bulutangkis akan berpindah ke Eropa? Barangkali keinginan arsiteknya memang begitu. Kepada TEMPO Ruia memang pernah menyampaikan niatnya: “Biar kita, tahu siapa yang terkuat di antara kita: Asia atau Eropa”. Langkah pertama bagi Eropa untuk merubah kiblat memang sudah sukses. Dengan demikian paling tidak mereka mengharapkan kejadian ini akan merupakan pukulan mental buat pemain-pemain Asia sebelum turun ke All England. Kalau sampai beban itu menjadi penyebab ketidak-bolehan, pemain-pemain Asia di gelanggang Wembley. Ini betul-betul celaka karena Rusia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bolaindo.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bolaindo.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bolaindo.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bolaindo.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bolaindo.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bolaindo.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bolaindo.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bolaindo.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bolaindo.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bolaindo.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bolaindo.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bolaindo.wordpress.com/607/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bolaindo.wordpress.com/607/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bolaindo.wordpress.com/607/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bolaindo.wordpress.com&amp;blog=944762&amp;post=607&amp;subd=bolaindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bolaindo.wordpress.com/2011/12/02/merubah-kiblat-ke-eropa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
