SEPAKBOLA INDONESIA

October 25, 2009

Dua Masalah Endang

Filed under: Opini — indrajabrix @ 4:17 am

Endang+WitarsaTempo 27 Januari 1973. Endang Witarsa ingin membahas masalah prestasi PSSI dengan para wartawan. ia menilai daya tahan pemain PSSI sangat minim. Endang juga mengkritik dokter yang menangani PSSI malas.

TULIS, saya akan pukul Australia! tantang Endang pada seorang wartawan yang sedang menyaksikan PSSI A berlatih. Apa yang harus ditulis? Jika ucapan yang klise itu cuma slogan untuk konsumsi menghibur diri dan pimpinan PSSI. Tapi tentunya yang perlu ditulis, bahwa Coach PSSI A ini takkan rnemukul lawan dengan kata-kata. Ia kini sedang sibuk mempersiapkan anak-buahnya menempuh babak kwalifikasi. Kejuaraan Dunia di Australia bulan Maret yang akan datang. “Saya ingin para wartawan ikut membahas masalahnya secara ilmiah”, kata Endang meraih simpati. Dan apa yang dikatakan masalah itu agaknya masih membutuhkan spesialisasi wartawan olahraga untuk mebahasnya. (more…)

October 19, 2009

Alternatif Positif Dari 4 Besar

Filed under: Pertandingan — indrajabrix @ 11:56 am
Tempo 6 Januari 1973. Ketangguhan PSSI yang pemainnya diambil dari empat daerah teruji. Penyerang Anjasmara dan Tumsila bermain kompak. Ketika bermain melawan ST Pauli dari Jerman Barat PSSI tak mengecewakan, menang 4-2.

KALAU main bola cuma menyepak menahan, menggiring, menyundul serta membuat kerjasama yang sedap dipandang, maka Kesebelasan St. Pauli boleh diberi cap “berhasil”. Bahkan ketrampilan mereka dalam mempamerkan dasar-dasar sepakboIa, agaknya boleh disejajarkan dengan disiplin dan kerapian serdadu Jerman yang sedang berbaris. Tak seorangpun yang menonjol, kecuali kiper Larsen. Dia bermain seperti anak “Gawang” yang baru pertama kali ditonton puluhan ribu penonton. Tapi kalau mau bicara soal gol dan semangat bertanding maka Kesebelasan “4-Besar” PSSI paling tidak mempunyai kefanatikan itu. (more…)

October 18, 2009

Goal Untuk Adu Dengkul (Piala Presiden Suharto 1972)

Filed under: Pertandingan — indrajabrix @ 8:52 am

Tempo 23 Desember 1972. Turnamen piala presiden Soeharto di medan diikuti 4 besar, PSMS mengalahkan Persija 1-0 melalui gol nobon. kemenangan Persija atas Persebaya 3-0 membuktikan persiapan team PON VIII dki sudah mantap.

TOLONG sampaikan pada Hutasoit”, pesan seorang wartawan olahraga Medan kepada rekannya dari Jakarta, “belum lagi Medan sempat berfikir, Jakarta sudah kebobolan. Apalagi kalau kami sudah berfikir dua kali”. Anak-anak Medan memang tidak perlu banyak berfikir. Toh dengan otak mereka tak akan mampu mengendalikan pemain-pemain Persija yang kwa teknik dan fisik – diatas kertas — sedikit di atas mereka. Tapi agaknya pernyataan Hutasoit agar “Panggabean harus berfikir dua kali kalau hendak mengalahkan Jakarta”, paling tidak merangsang kelenjar seluruh pimpinan dan pemain PSMS, di samping mengundang pula 50.000 penonton menghadiri pertandingan pertama Turnamen “Piala Presiden Soeharto” (more…)

October 17, 2009

Uang Tidak, Mutupun Tidak (Presiden Cup 1972)

Filed under: Pertandingan — indrajabrix @ 3:35 am
Tempo 21 )ktober 1972. Tim PSSI A yang menjadi juara kedua presiden cup, membuat kecewa. bermain tanpa semangat, PSSI A kalah dari kesebelasan australia 1-4. dalam acara pertandingan segi tiga itu, uang masuk sedikit.

PSSI A seolah minta diuji: “Kami lah runner-up turnamen President Cup!” Memang sebagai juara ke-2 PSSI tidak gagal, meskipun tidak berhasil membuat revans terhadap kekalahannya lawan Burma di pra Olimpik Rangoon setengah tahun yang lalu. Setelah membuat start yang meragukan dengan mengalahkan Singapura 2-1, dalam babak kwalifikasi Indonesia berhasil menahan Burma 1-1. Lalu di luar dugaaan mengalahkan anak-anak Marcos 12-0. Tiba difinal untuk kesekian kalinya Indonesia kembali digasak 1-3 oleh Tin Aung Cs. (more…)

Main Keras Atau Kotor ?

Filed under: Opini — indrajabrix @ 3:05 am
Tempo 28 Oktober 1972. LH Tanoto eks kapten pssi, 42, setuju dengan permainan kasar. tapi menurut dia harus dikuasai teknik & memperhatikan waktunya. ia mengkritik cara iswadi idris yang pasang kuda-kuda tanpa ada bola.
MULYADI bersungut-sungut pulang ke TC setelah PSSI A digenjot 1–4 oleh Kesebelasan Australia. “Coba kalau ada Otje, pasti beres itu orang-orang Australia” oceh poros halang PSSI yang tak sempat turun kelapangan karena masih cidera. Disebutnya nama bekas kapten PSSI, Persidja dan Ps Tunas Jaya ini boleh juga dikatakan kebetulan. Karena L.H. Tanoto (Tan Liong Houw) yang lebih dikenal sebagai “macan Jakarta”. mengikuti dengan seksama jalan pertandingan Indonesia–Australia di tribune timur. (more…)

October 16, 2009

“Cap Mau” Untuk PSSI B

Filed under: Pertandingan — indrajabrix @ 9:19 am
Tempo 7 Oktober 1972. PSSI B baru kembali dari india mendapat julukan “cap mau”. itu gara-gara, ketika pertandingan berlangsung di sana, permainan menjadi kasar. para pemain PSSI pun tidak mundur melayani permainan lawan.
SETELAH berada di rantau 3 minggu lebih – untuk mengikuti beberapa turnamen di India Team PSSI B tiba kembali di kandang dengan memboyong Assam Football Association Silver Jubilee Cup. Kemenangan pada turnamen HUT ke-25 Persatuan Sepakbola Assam itu sebenarnya hanya merupakan acara ekstra di samping Turnamen tradisionil untuk merayakan Kemerdekaan India di Kalkutta. Dan memang pada turnamen utama ini PSSI B pulang dengan gelar baru. “PSSI B menurut bahasa awak bolehlah disebut cap mau” ujar Sarman Panggabean, anak Medan yang menjadi Kapten Kesebelasan PSSI B. Sarman yang pernah menjadi pemain inti PSSI ke pra-Olimpik Ranoon pun menceritakan apa yang terjadi di balik “cap mau” itu. (more…)

October 15, 2009

Senjata Situbondo

Filed under: Uncategorized — indrajabrix @ 11:36 am
Tempo 9 September 1972. Team sepak bola Situbondo, maju ke final turnamen “Suratin Cup” 1972. keberhasilannya agaknya berkat permainan yang gigih dan lugas. motif lain yang mendorong ke final, pemain ingin melihat Jakarta.
ENDAPAN rasa terkejut dun penasaran agaknya memaksa sementara pecandu bola membuka mata dun peta. Dimana persisnya letak Situbondo, yang sonder publikasi besar-besaran laju menuju final Turnamen “Suratin Cup” 1972? Kota kabupaten berpenduduk sekitar 400.000 orang yang terletak 180 km di timur Surabaya mempunyai cukup alasan membikin orang repot sebentar. Sebab sebagai anggota “6 besar” finalis Kejuaraan Junior PSSI, Team ISSS (Ikatan Sepakbola Situbondo dun Sekitarnya) bukan saja berhasil menyisihkan ke-4 team lainnya, malahan telah mengangkat mutu turnamen ke taraf yang tidak pernah dicapai sebelumnya. (more…)

Lambat, Tapi Tidak Selamat

Filed under: Pertandingan — indrajabrix @ 11:32 am
Eusebio158x158Tempo 9 September 1972. PSSI A, kalah 2-4 melawan kesebelasan Benfica. pertandingan di stadion Senayan, ditonton 50.000 orang. PSSI main tanpa Ronny Patti dan Basri dinilai lamban. dalam 30 menit, kebobolan 4 gol.
BETULKAH tanpa Ronny Patti dan Basri PSSI bermain lambat dan tidak cermat? Paling tidak itulah kesan pertama 50.000 penonton Stadion Senayan yang menjadi saksi bagaimana PSSI A kebobolan gol dalam waktu hanya 30 menit. 1 September yang lalu menghadapi Benfica dengan Eusebio, Nene serta kiper Bento yang lincah PSSI berlenggang-lenggok bagaikan bermain dalam pertandingan-latihan. (more…)

Menggarap “Suratin Cup”

Filed under: Uncategorized — indrajabrix @ 10:51 am
Tempo 26 Agustus 1972. Turnamen yunior PSSI berlangsung di stadion Persija, diadakan 2 th sekali untuk memperebutkan piala suratin. turnamen cup dijadikan ukuran masa depan PSSI. saham sepak bola remaja daerah kurang.
MINGGU ini mendadak Ir Suratin (1898-1959) terkenang. Turnamen Junior PSSI jang memindjam nama Pendirinja untuk kedjuaran remadja (sampai 19 tahun), kini sedang berlangsung dibawah sorotan lampu Stadion Persidja. Bidjak sekali, orang bilang, bahwa sedjak PSSI gagal di Rangoon dan berhasil merebut djuara dan runner-up Pesta Sukan (TEMPO, 19 Agustus 1972), djasa dan tjita-tjita jang diperdjuangkan almarhum patut diisi dengan tindakan njata: menampilkan tunas-tunas harapan jang selama ini agaknja tenggelam dalam kesibukan kakak-kakaknja. (more…)

Sisa dari Piala Sukan

Filed under: Pertandingan — indrajabrix @ 9:29 am
Tempo 12 Agustus 1972. Tempo Tim PSSI A ikut kejuaraan pesta sukan di Malaysia. tapi tenaga mereka tinggal sisa setelah mengikuti kejuaraan di merdeka games 1972. tim PSSI A menjadi favorit juara disamping Jepang.
TIDAK mengedjutkan, kesebelasan Indonesia B (batja: Selection) terbilang “tiga-ketjil” dalam Merdeka Games di Kuala Lumpur jang baru lalu. Kesusu dalam penjusunan dan latihan, team gabungan dari angkatan Judo sampai angkatan Andjasmara jang menduduki urutan ke-10 dari 12 peserta turnamen agaknja lebih mengetjewakan tuan rumah Malaysia jang mengharap-harap kehadiran team A Indonesia, djuara Anniversary Cup III. Apa boleh buat. Kedjengkelan serupa pun pernah dialami Indonesia ketika Malaysia sendiri tidak mengirimkan team Olimpiadenja ke turnamen Ulangtahun Kota Djakarta Djuni jang lalu. (more…)
« Previous PageNext Page »

Blog at WordPress.com.